Saya tidak pernah punya tradisi perayaan ulang tahun secara formal. Sejak kecil, yang paling saya ingat hanyalah satu hal: ibu membuatkan bubur di hari itu. Sangat sederhana. Tapi di momen itu, saya merasa sedang dirayakan.
Selepas masa-masa itu, ulang tahun terjadi begitu saja. Biasa saja, sama seperti hari-hari lainnya. Hari itu tidak pernah benar-benar penting bagi saya. Pembedanya hanyalah notifikasi Facebook, ucapan selamat dari beberapa teman, lalu berlalu begitu saja. Tidak ada ikatan emosional yang kuat dengan tanggal itu.
Belakangan, saya mulai melihat ulang tahun dengan cara yang berbeda. Saya sadar, hari itu seharusnya bukan hanya tentang saya. Ulang tahun saya, pada dasarnya, adalah milik orang tua saya.
Saya lahir dari pengorbanan ibu. Ia yang menahan rasa sakit itu. Bapak pun berjaga dengan cemas. Keduanya hadir disana, sementara saya tidak punya andil apapun. Bahkan, saya sama sekali tidak bisa mengingat apa yang terjadi di hari itu. Hidup saya, sepenuhnya ada karena mereka berjuang lebih dulu.
Maka, aneh rasanya jika ulang tahun diperlakukan hanya sebagai perayaan diri. Seolah-olah saya punya kuasa atas kelahiran itu. Seharusnya, orang tua saya-lah yang berhak mendapat penghormatan setinggi-tingginya di hari itu.
Bahkan setelah kelahiran, kontribusi mereka tidak berhenti. Setiap tahun, dengan berbagai cara, orang tua saya tetap hadir dalam perjalanan umur saya. Dari merekalah saya mendapatkan makanan, pendidikan, hingga kesempatan. Mereka terus menjadi bagian dari “milestone” hidup yang saya jalani ini.
Karena itu, bagi saya, ulang tahun bukan hanya momentum penanda usia. Ia adalah pengingat bahwa ada dua orang yang terus ikut hadir dan berkontribusi besar di balik setiap pertambahan usia saya.
Kalau saya harus merayakan, maka perayaan itu akan saya letakkan di hadapan mereka. Sebab apa pun bentuk capaian yang saya punya, ada jejak mereka di dalamnya. Ulang tahun saya, adalah milik mereka.
* Ditulis pada 19 Agustus 2025 untuk dijadwalkan pada 13 Maret 2026. Anak saya, Yahya, saat ini sedang berada di dalam perut ibunya, berusia sekitar lima bulan.

Tinggalkan komentar