-
Ibadah Karena Takut dan Harap, Memangnya Kenapa?
Baca lebih lanjut: Ibadah Karena Takut dan Harap, Memangnya Kenapa?Kita mungkin pernah mendengar ungkapan bahwa beribadah karena mengharap surga atau takut neraka adalah ibadah level bawah, ibadah para pedagang yang memperhitungkan untung-rugi, dan bahwa ibadah yang sesungguhnya adalah ibadah tanpa pamrih apa pun selain karena Allah semata. Ungkapan semacam ini tersebar luas di berbagai majlis dan buku-buku keagamaan, dan…
-
Tiga Perkara yang Harus Diketahui oleh Setiap Orang Berakal
Baca lebih lanjut: Tiga Perkara yang Harus Diketahui oleh Setiap Orang BerakalTelinga kita mungkin sudah sangat familiar dengan rangkaian kalimat subḥāna rabbika rabbi al-‘izzati ‘ammā yashifūn, wa salāmun ‘alā al-mursalīn, wa al-ḥamdu lillāhi rabb al-‘ālamīn, terutama dalam penutup doa-doa yang dibaca secara berjamaah. Saya sendiri melazimkan untuk menutup doa dengan membaca kalimat-kalimat ini, yang semulanya berasal dari tiga ayat penutup QS.…
-
Bagaikan Api yang Menyala di Kepala Nabi Zakariyya
Baca lebih lanjut: Bagaikan Api yang Menyala di Kepala Nabi ZakariyyaBahasa punya banyak cara untuk menyampaikan satu hal yang sama. Kita bisa mengatakan “saya haus” dan semua orang akan paham maksudnya. Kalimat itu lugas, to the point, dan tidak bertele-tele. Tapi kalimat seperti itu hanya menyampaikan informasi, tanpa membawa serta suasana hati orang yang mengucapkannya. Ia sebatas memberitahu, tanpa menghadirkan…
-
Negeri Keselamatan
Baca lebih lanjut: Negeri KeselamatanSurga memiliki beberapa nama, dan salah satunya adalah Dār al-Salām. Nama ini sendiri diperkenalkan oleh Allah Swt melalui firman-Nya, salah duanya terdapat dalam QS. Al-An‘ām [6]: 127 dan QS. Yūnus [10]: 25. Penamaan ini, jika ditinjau lagi, rasanya cukup menarik karena dari sekian banyak sifat yang bisa digunakan untuk menggambarkan…
-
Waktu yang Terlupa dan Sisa Hidup yang Terbuang
Baca lebih lanjut: Waktu yang Terlupa dan Sisa Hidup yang TerbuangSiapa dari kita yang luput dari jerat lupa dan lalai? Pagi menjelang hanya dilewati dalam kelalaian, seolah waktu yang terhidang adalah persediaan tak berujung. Malam tiba, menjadi satu tarikan panjang dalam tidur yang membuai, menutup mata dari segala upaya dan perjuangan. Kita seolah berjalan di atas bumi tanpa pernah menyadari…
-
Belajarlah dengan Sungguh-Sungguh
Baca lebih lanjut: Belajarlah dengan Sungguh-SungguhAbu Hurairah pernah menyatakan bahwa mempelajari satu bab ilmu tentang perintah dan larangan lebih ia cintai daripada melakukan tujuh puluh kali ghazwah (peperangan) di jalan Allah. Nah, bagaimana mungkin duduk mempelajari hukum jual-beli atau tata cara shalat bisa lebih mulia daripada bertempur di medan jihad dengan mengorbankan jiwa dan harta?…
-
Pembentukan Watak
Baca lebih lanjut: Pembentukan WatakKita acapkali tertegun menyaksikan bagaimana seorang kawan yang dulu kita kenal santun, bicaranya lirih, dan tak pernah absen melangkahkan kaki ke surau, di kemudian hari kita dengar kabar ia melakukan perbuatan yang membuat kita sampai perlu mengelus dada. Kita pun lantas sibuk mereka-reka sebab musababnya, membayangkan perubahannya itu terjadi dalam…
-
Jimat itu Bernama Istighfar
Baca lebih lanjut: Jimat itu Bernama IstighfarBerbagai azab langsung dari Allah telah ditimpakan pada umat-umat terdahulu. Kaum Nuh ditenggelamkan banjir besar yang meluluhlantakkan seluruh peradaban mereka, kaum ‘Ad dihajar angin yang menerbangkan tubuh-tubuh mereka seperti pelepah kurma kering, kaum Tsamud digoncang gempa dahsyat yang meratakan tempat tinggal mereka dalam sekejap, dan kaum Luth dijungkirbalikkan tanahnya hingga…
-
Ulang Tahun, Milik Siapa?
Baca lebih lanjut: Ulang Tahun, Milik Siapa?Saya tidak pernah punya tradisi perayaan ulang tahun secara formal. Sejak kecil, yang paling saya ingat hanyalah satu hal: ibu membuatkan bubur di hari itu. Sangat sederhana. Tapi di momen itu, saya merasa sedang dirayakan. Selepas masa-masa itu, ulang tahun terjadi begitu saja. Biasa saja, sama seperti hari-hari lainnya. Hari…
-
Wafatnya Seorang Alim adalah Kematian bagi Alam
Baca lebih lanjut: Wafatnya Seorang Alim adalah Kematian bagi AlamIlmu tidak dicabut dari dada manusia seperti air yang ditimba dari sumur hingga kering sumber mata airnya. Ia hilang bersama dengan pecahnya bejana-bejana penyimpan air tersebut. Sumbernya tetap ada, namun tak ada lagi wadah yang mampu menampungnya sebagaimana mestinya. Allah, Sang Penguasa langit dan bumi, mewafatkan para ulama yang menjadi…