-
Wafatnya Seorang Alim adalah Kematian bagi Alam
Ilmu tidak dicabut dari dada manusia seperti air yang ditimba dari sumur hingga kering sumber mata airnya. Ia hilang bersama dengan pecahnya bejana-bejana penyimpan air tersebut. Sumbernya tetap ada, namun tak ada lagi wadah yang mampu menampungnya sebagaimana mestinya. Allah, Sang Penguasa langit dan bumi, mewafatkan para ulama yang menjadi wadah ilmu itu satu per satu, hingga ketika tidak tersisa…
-
Lima Medan Peperangan yang Diringankan di Bulan Ramadan
Setiap manusia, disadari atau tidak, sedang berperang di lima medan sekaligus. Ini bukan perang dengan senjata dan pasukan, tetapi perang yang jauh lebih berbahaya karena lawannya tidak terlihat dan medannya ada di dalam diri sendiri. Lima medan ini terus aktif sepanjang tahun, menguras energi, menggerus iman, dan melelahkan jiwa. Namun di bulan Ramadan, Allah memberikan pertolongan khusus untuk menghadapi kelimanya.…
-
Ramadan adalah Bulan al-Qur’an
Ramadan adalah bulan al-Qur’an. Ini adalah kekhususan pertama dan terpenting yang membedakannya dari bulan-bulan lain. Allah berfirman: شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ “Bulan Ramadan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda antara yang hak dan yang batil.” (QS. al-Baqarah [2]: 185) Di…
-
Puasanya Orang Pamitan
Nabi ﷺ pernah bersabda: “Ṣallū ṣalāta muwaddi’”—salatlah seperti orang yang berpamitan. Maksudnya, salatlah seolah-olah itu adalah salat terakhirmu. Orang yang sedang salat Zuhur tidak memiliki jaminan bahwa ia akan sempat salat Asar. Hidup bisa berakhir kapan saja. Prinsip yang sama juga berlaku untuk Ramadan. Siapapun yang sedang menjalani Ramadan tahun ini, tidak memiliki jaminan bahwa ia akan bertemu Ramadan tahun…
-
Pandangan Allah Kepada Hamba-Nya di Malam Pertama Bulan Ramadan
Malam pertama Ramadan memiliki nama khusus, yaitu Lailat al-Naẓrah—Malam Pandangan. Nama ini berasal dari hadis yang menyebutkan bahwa ketika malam pertama Ramadan tiba, Allah memandang kepada hamba-hamba-Nya. Dan siapa yang dipandang Allah, tidak akan diazab selama-lamanya. Nabi ﷺ bersabda bahwa umat beliau diberikan lima hal di bulan Ramadan yang tidak diberikan kepada umat nabi mana pun sebelumnya. Ini adalah keistimewaan…
-
Menyambut Ramadan
Nabi ﷺ tidak menyambut Ramadan secara tiba-tiba. Beliau mempersiapkan diri jauh sebelum bulan itu tiba—baik secara ruhani maupun jasmani. Barangkali, ini adalah salah satu pelajaran penting dari segmen kehidupan Nabi yang jarang kita highlight. Kenapa? Karena umumnya kita menganggap Ramadan seperti tamu yang datang mendadak, dengan seloroh seperti “eh, udah puasa lagi aja nih.” Padahal kita semua juga sudah tahu,…
-
Empat Syukur di Balik Musibah
Tidak akan ada manusia yang luput dari musibah. Setiap orang pasti akan merasakannya, entah cepat atau lambat, entah ringan atau berat. Al-Qur’an sendiri sudah mengingatkan bahwa ujian adalah keniscayaan: “Sungguh Kami pasti akan menguji kalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan” (QS. al-Baqarah [2]: 155). Ujian itu pasti datang. Pertanyaannya: bagaimana kita menyikapinya? Ketika sedang kebagian jatah…
-
Modal yang Terus Meleleh
Seorang ulama salaf pernah bercerita bahwa ia bisa memahami makna surat al-‘Asr lantaran seorang penjual es. Pedagang itu berteriak merayu pembeli dengan kalimat yang menyentuh hati: “Kasihanilah orang yang modalnya terus meleleh, kasihanilah orang yang modalnya terus meleleh.” Seketika itu, sang ulama salaf itu langsung tersadar. Inilah makna dari inna al-insāna lafī khusr—sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian. Waktu terus…
-
Wajahnya Menjadi Suram
Suatu hari, Abū ‘Amr bin ‘Ulwān keluar rumah menuju Sūq al-Raḥbah (pasar al-Rahbah) untuk suatu keperluan. Di jalan, ia melihat jenazah lewat dan memutuskan untuk mengikutinya agar bisa menyalatkan mayit. Ia menunggu hingga jenazah dimakamkan. Saat itulah, tanpa sengaja, matanya jatuh pada seorang perempuan yang kebetulan tidak menutup wajahnya. Pandangannya tertahan sejenak, lebih lama dari yang seharusnya. Begitu sadar, ia…
-
Tanamlah Kebaikan, Sedikit Demi Sedikit
Dalam Ṭabaqāt al-Syāfi‘iyyah al-Kubrā karya Imam al-Subkī, dikisahkan bahwa ada seorang lelaki yang berusaha sekuat mungkin untuk mencari nafkah dari hasil kerja tangannya sendiri. Hartanya benar-benar bersih dari syubhat. Dengan harta itu, ia akhirnya menikah. Ketika istrinya melahirkan seorang anak, ia menjaga betul apa saja yang masuk ke mulut anak itu. Ia memastikan tidak ada sedikit pun makanan yang mengandung…