-
100 Postingan
Kemarin sore, saya mendapatkan notifikasi dari WordPress bahwa saya telah mem-posting 100 postingan. Congratulations! Begitu ucapnya. Sepertinya, saya tidak akan merayakannya dengan heboh. Saya hanya ingin melihat kembali usaha saya untuk belajar menulis secara rutin dan mempublikasikannya. Belakangan ini —tepatnya tiga hari yang lalu— saya juga mulai mempublikasikan tulisan saya di Medium, setelah 10 tahun lebih hanya menjadi silent reader.…
-
Ketidaktahuan Adalah Priviledge
Sebenarnya, ketidaktahuan itu tidak selalu buruk. Selama ini kita diajarkan bahwa tahu itu lebih baik daripada tidak tahu. Kalau ada yang mengaku tidak tahu sesuatu, langsung dianggap kurang pintar atau malas. Padahal, ada banyak situasi dimana tidak mengetahui sesuatu justru lebih menguntungkan. Coba bayangkan kalau kita bisa tahu kapan akan meninggal, atau bisa membaca pikiran semua orang. Terdengar menarik seperti…
-
Luka
Jangan pernah tanyakan kecintaan saya terhadap sepak bola. Saya sudah mengikuti sepak bola di televisi bahkan sebelum saya mahir berhitung ala porogapit. Alessandro Del Piero dan Juventus menjadi trigger yang benar-benar bisa menarik saya jauh ke dalam dunia itu. Saya juga ingat ketika saya menangis karena Andriy Shevchenko mencetak penalti terakhir untuk AC Milan di Final Champions League 2003. Bola…
-
Apa yang Bisa Kami Wariskan?
Pagi ini saya tersadar bahwa bulan Ramadan semakin dekat. Pikiran saya bukan terlempar pada hal-hal relijius apa yang akan saya lakukan, namun pada studio desain yang selama ini menjadi tempat saya dan teman-teman bekerja. Studio kami, Sebo Studio, akan berusia sembilan tahun (hijriah) pada Ramadan ini. Jika mengacu pada penanggalan masehi, usia sembilan tahun itu akan kami capai pada pertengahan…
-
Men-Challenge Kemalasan Menulis
Ada hari-hari dimana saya merasa sangat malas menulis. Ketika momen seperti itu terjadi, saya biasanya hanya akan menuruti kemalasan itu. Memangnya kenapa? Toh tidak ada resikonya. Bagi saya, menulis atau mencatat hanyalah upaya untuk mendokumentasikan momen atau pikiran yang sedang menyertai momen itu. Ndak mesti harus momen-momen khusus, banyak kejadian sehari-hari yang terdokumentasikan di buku catatan saya. Kadang catatan itu…
-
Burjo Premium
Burjo premium, begitulah saya dan teman-teman kost Bu Sumad menyebutnya. Tempatnya tidak jauh dari kost, mungkin sekitar setengah kilo meter. Tempat ini juga bukan Burjo terdekat dari kost kami. Ada satu Burjo lain yang lebih dekat, mungkin tidak genap seratus meter dari kost. Tapi entah mengapa, kami lebih sering mampir ke Burjo Premium ini meskipun sedikit lebih jauh. Saya lupa…
-
Mesin Waktu
I Want to Know What Love Is adalah sebuah nomor andalan dari Foreigner, sebuah band rock asal New York, Amerika Serikat. Tembang ini pertama kali dirilis pada akhir 1984, bersamaan dengan peluncuran album ke-lima dari band ini yang berjudul Agent Provocateur. Versi original lagu ini, dinyanyikan oleh sang vokalis pertama, Lou Gramm, yang resign dari posisinya sekitar enam tahun pasca…
-
Katanya, Keresahan adalah Peluang Bertumbuh
Saya tidak ingat persis dari mana kata-kata ini berasal. Kok bisa-bisanya, satu kalimat ini tertancap secara sempurna di dalam pikiran saya. Semakin mencoba mengingatnya, semakin saya tidak tahu asalnya. Mungkin dari media sosial? Atau buku? Entahlah. Sayangnya, saya tidak menemukan kalimat ini dalam catatan-catatan saya lainnya. Murni hanya dalam ingatan saja. Artinya, kata-kata ini ndak saya anggap penting-penting banget. Tapi,…
-
Tahun Berkepala Tiga
Hari ini istri saya merayakan ulang tahunnya yang ke-30. “Welcome to the thirty club!” Mungkin itulah kata-kata yang akan diucapkan oleh orang-orang yang lebih dulu memasuki usia 30-an. Sayangnya, saya lebih muda sekitar dua bulan dari istri. Sehingga, kalimat itu kurang cocok saya jadikan sebagai kata ucapan ulang tahun kali ini kepadanya. Apa perlu saya balik kalimat itu menjadi, “selamat…