-
Perihal Job Desk yang Melimpah Ruah
Ada satu masa ketika kita sering menertawakan syarat-syarat yang diperlukan untuk melamar pekerjaan. Misalnya, kita menemukan sebuah poster lowongan tentang sebuah perusahaan yang mencari seorang desainer grafis. Dalam poster tersebut, disebutkan syarat-syarat yang diperlukan untuk melamar pekerjaan itu. Umumnya, syarat wajib yang diperlukan adalah kemampuan untuk olah grafis. Hanya saja, ada add-ons yang menyertai, seperti kemampuan untuk mengoperasikan software pengolah…
-
Ketika Desainer Kalah dengan Kecerdasan Buatan
Semalam, saya dipertemukan dengan sebuah postingan Instagram yang diberi judul lumayan menakutkan, Profesi Desain Grafis Adalah Salah Satu Pekerjaan yang Paling Terancam oleh Kemajuan Teknologi AI. Ketika membaca judul tersebut, saya mengernyitkan dahi, tentu saja ada pertanyaan dalam hati, “kok iso?” Postingan carousel itu kemudian saya baca perlahan, sekaligus mengkomparasikan dengan sumber data primernya yang merupakan sebuah report dari World…
-
Apa-Apa Kok Jadi Kelas
Itulah komentar sinis saya yang sering tebersit dalam hati ketika melihat kelas-kelas online berseliweran di media sosial. Perasaan kesal ini sudah terasa lumayan lama, semenjak maraknya e-course yang bergerak di bidang desain antarmuka dan pengalaman pengguna (UI/UX) sebelum pandemi lalu. Kekesalan ini kebanyakan disebabkan oleh cara jualan mereka, yang menurut saya terlalu meromantisasi pekerjaan ini sebagai pekerjaan masa depan, karir…
-
Tidak Semua Hal Harus Ditunda Dulu
Hari ini saya menuntaskan sebuah rutinitas tahunan sebagai warga negara yang baik, melaporkan SPT. Jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, maka pelaporan saya kali ini tergolong gasik. Normalnya, saya lapor SPT mepet-mepet deadline, 31 Maret. Bahkan, saya off-side tiga hari pada tahun lalu untuk melaporkannya. Untungnya saya telah mengunduh formulir pelaporannya sejak bulan Pebruari. Mungkin saja jika telah melewati batas waktu…
-
Perihal Keberuntungan
Pada suatu ketika, saya pernah berdiskusi dengan seorang kawan tentang sesuatu yang disebut dengan bejo atau keberuntungan. Ungkapan bejo biasanya dinisbatkan pada sebuah hasil yang menyenangkan bagi seseorang.Lebih seringnya, kata ini muncul dari sudut pandang rasan-rasan pihak kedua atau ketiga. Asumsi saya, pihak pertama yang menyebut dirinya bejo jauh lebih sedikit dari pihak lainnya. Mulanya, saya menyatakan bahwa bejo itu…
-
Fenomena Sound Horeg dalam Kajian Fikih
Artikel ini dipublikasikan di Tsaqafah pada 30 Desember 2024. Sepanjang 2024, viral sebuah fenomena baru yang ramai mendapat perhatian masyarakat luas. Fenomena tersebut dikenal dengan sebutan sound horeg, yaitu sebuah rangkaian sound system dengan ukuran besar dan bervolume tinggi. Dinamakan horeg (getar) karena getaran suara yang dihasilkan sound system tersebut (diharapkan) sanggup menggetarkan apa saja yang ada di sekitarnya. Suatu…
-
Mengapa Kaum Tradisionalis Lebih Permisif dalam Memberi Panggung Kepada Figur-Figur Baru?
Tulisan ini dipublikasikan di Tsaqafah pada 11 Desember 2024 Selepas reformasi, ruang-ruang publik yang dahulu tertutup rapat kini terbuka lebar. Masyarakat Indonesia telah terbebas dari belenggu rezim Orde Baru yang selama puluhan tahun membatasi kebebasan berpendapat dan berekspresi. Kebebasan ini dirasakan oleh seluruh elemen masyarakat, termasuk kaum santri, yang sebelumnya sering kali dipinggirkan atau dianggap tidak memiliki kontribusi signifikan dalam…
-
Apakah Nabi Harun As Bukan Seorang Rasul? Tanggapan Terhadap Pernyataan Ustadz Felix Siauw
Saat scrolling Reels di Instagram, saya sempat tertegun ketika mendengar ucapan ustadz Felix Siauw –dalam sebuah potongan video– yang menyatakan bahwa Nabi Harun As “hanyalah” seorang Nabi, bukan Rasul. Ungkapan ini muncul ketika beliau menjawab pertanyaan tentang kemungkinan adanya Nabi di Indonesia. Mula-mula, beliau menjelaskan dengan statemen bahwa Nabi berjumlah 124 ribu, dan diantaranya terdapat 313 rasul. Beliau menerangkan juga…
-
Yang Penting Beli, Bacanya Boleh Nanti-Nanti
Dulu, semasa akhir SD dan SMP, bapak saya pernah membuka usaha persewaan buku, Iqra’ namanya. Persewaan buku ini menyewakan berbagai genre buku, yang mayoritasnya buku-buku islami. Ada novel, tabloid, komik, dan sebagainya. Saya tidak begitu ingat usaha ini bertahan berapa lama. Bagi saya saat itu, buku-buku ini adalah hiburan terbaik yang bisa saya akses ketika pulang dari pondok. Mau bagaimana…
-
Haruskah Hadir di Majelis Maulid untuk Memperingati Maulid Nabi?
Artikel ini dimuat di Tsaqafah.id pada 16 September 2024 Beberapa waktu yang lalu, ada seorang kawan bertanya kepada saya tentang peringatan maulid Nabi. Bukan masalah legalitasnya dalam syariat Islam. Namun tentang bagaimana ia bisa ikut memperingatinya, tanpa perlu “repot-repot” mencari majelis maulid dan beramai-ramai. Saya rasa, pertanyaan ini mewakili sebagian dari kita (masyarakat urban) yang banyak disibukkan dengan pekerjaan, studi,…