-
100 Postingan
Kemarin sore, saya mendapatkan notifikasi dari WordPress bahwa saya telah mem-posting 100 postingan. Congratulations! Begitu ucapnya. Sepertinya, saya tidak akan merayakannya dengan heboh. Saya hanya ingin melihat kembali usaha saya untuk belajar menulis secara rutin dan mempublikasikannya. Belakangan ini —tepatnya tiga hari yang lalu— saya juga mulai mempublikasikan tulisan saya di Medium, setelah 10 tahun lebih hanya menjadi silent reader.…
-
Ketika Status Sosial Menipu Mata
Suatu hari, seorang lelaki melintas di hadapan Rasulullah saw. Beliau bertanya kepada sahabat yang duduk bersama, “Bagaimana pendapatmu tentang orang ini?” Sahabat itu menjawab dengan yakin, “Ini orang bangsawan. Jika melamar, lamarannya diterima. Jika memberi syafaat, syafaatnya dikabulkan.” Rasulullah saw diam. Lalu lewat lelaki lain. Beliau bertanya lagi, “Bagaimana pendapatmu tentang orang ini?” Sahabat itu menjawab, “Ini orang fakir. Jika…
-
Cara Alternatif Membela Orang Lain
Ada sebuah hadis dalam Ṣaḥīḥ al-Bukhārī dari Anas bin Mālik RA, bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Bantulah saudaramu, baik ketika dia berbuat zalim maupun ketika dia dizalimi.” Seorang lelaki bertanya, “Ya Rasulullah, aku akan membantunya jika dia dizalimi, tetapi bagaimana aku membantunya jika dia yang berbuat zalim?” Rasulullah menjawab, “Kamu halangi atau cegah dia dari perbuatan zalim, karena itulah bentuk bantuanmu…
-
Bagaimana Mengetahui Allah Mencintai Kita?
Sepertinya kita sering salah kaprah dalam memahami tanda-tanda cinta Allah Swt. Selama ini, kita mungkin merasa bahwa ketika rezeki lancar, karier mulus, atau hidup terasa mudah tanpa ada gronjalan berarti, adalah tanda-tanda bahwa kita sedang disayang gusti Allah Swt. Benak kita mengatakan, “Hidup kok uwenaknya begini ini pasti karena gusti Allah sayang sama aku.” Eit, jangan terburu-buru mengiyakan dan mengangguk-angguk…
-
Pedagang Tanpa Barang
Minggu lalu, berita heboh muncul dari Bekasi. Ada seorang perempuan yang dituding menjual “tiket masuk surga” seharga satu juta rupiah. Pengajian yang sudah berjalan selama delapan tahun, dengan tujuh puluh jemaah setia dari berbagai daerah, akhirnya dibubarkan oleh warga. MUI yang ikut turun tangan kemudian menyebut bahwa ajarannya tidak menyimpang. Lalu, berita itu menyebar seperti sinetron FTV yang heboh judulnya,…
-
Move-On dari Kebiasaan Buruk
Move-on dari kebiasaan buruk memang tidak mudah. Saya sering mengalaminya, dan mungkin kita semua juga begitu. Contoh sederhananya: begitu bangun tidur, tangan otomatis meraih HP. Bangun tidur yang seharusnya menyegarkan, malah molor setengah sampai satu jam. Kadang suasana hati pun rusak sebelum hari benar-benar dimulai, hanya karena satu-dua informasi “nylekit” yang kita terima. Kesadaran bahwa kebiasaan ini buruk sebenarnya sudah…
-
Gelisah
Generasi kita seperti tidak pernah berhenti mencari. Dan itu membuat saya bertanya-tanya. Mencari passion, mencari purpose, mencari jati diri, dan seterusnya. Padahal kalau dipikir-pikir, orang tua kita dulu sepertinya tidak begitu. Mereka bangun pagi, bekerja, pulang, kumpul keluarga, lalu tidur. Dan mereka terlihat baik-baik saja. Kenapa kita begitu berbeda? Ada semacam kegelisahan kolektif yang sulit dijelaskan. Secara objektif, kehidupan kita…
-
Membeli Versi Ideal dari Diri Kita
Saya sering melakukan proyeksi masa depan, terutama untuk hal-hal yang tampaknya sedang saya butuhkan. Saya pikir, ini adalah sebuah aktivitas yang lumrah dialami oleh manusia lainnya. Saya menulis ini ketika sedang menunggu istri scaling di klinik gigi yang tidak jauh dari rumah. Di ruang tunggu, saya sempat melamun karena dua device yang saya bawa sedang darurat baterai semua. Jadi terpaksa…
-
Seolah-Olah Benar
Tidak semua penjelasan yang terdengar masuk akal itu benar. Mungkin kita selama ini cenderung gampang percaya dengan berbagai informasi yang tersaji dengan rapi, dilengkapi data, grafik, dan dibumbui dengan istilah-istilah “keren.” Padahal, kerapian penyajian informasi (dalam bentuk apapun) tidak me-lazim-kan kebenaran isinya. Ndak jarang juga, semakin rapi dan meyakinkan suatu informasi, semakin keliru juga. Tapi pernyataan terakhir itu juga tidak…