-
Mengapa Kaum Tradisionalis Lebih Permisif dalam Memberi Panggung Kepada Figur-Figur Baru?
Tulisan ini dipublikasikan di Tsaqafah pada 11 Desember 2024 Selepas reformasi, ruang-ruang publik yang dahulu tertutup rapat kini terbuka lebar. Masyarakat Indonesia telah terbebas dari belenggu rezim Orde Baru yang selama puluhan tahun membatasi kebebasan berpendapat dan berekspresi. Kebebasan ini dirasakan oleh seluruh elemen masyarakat, termasuk kaum santri, yang sebelumnya sering kali dipinggirkan atau dianggap tidak memiliki kontribusi signifikan dalam…
-
Apakah Nabi Harun As Bukan Seorang Rasul? Tanggapan Terhadap Pernyataan Ustadz Felix Siauw
Saat scrolling Reels di Instagram, saya sempat tertegun ketika mendengar ucapan ustadz Felix Siauw –dalam sebuah potongan video– yang menyatakan bahwa Nabi Harun As “hanyalah” seorang Nabi, bukan Rasul. Ungkapan ini muncul ketika beliau menjawab pertanyaan tentang kemungkinan adanya Nabi di Indonesia. Mula-mula, beliau menjelaskan dengan statemen bahwa Nabi berjumlah 124 ribu, dan diantaranya terdapat 313 rasul. Beliau menerangkan juga…
-
Musik-Musik yang Membahagiakan
Seperti biasanya, menjelang akhir tahun Spotify kembali merilis rekapitulasi kebiasaan mendengarkan musik para penggunanya melalui kampanye Wrapped. Fitur ini tidak hanya merangkum apa saja yang saya dengarkan sepanjang tahun, tetapi juga memberi tahu berapa lama saya mendengarkan musik, lagu yang paling sering saya putar, artis favorit, hingga genre yang mendominasi playlist saya. Tahun ini, total waktu saya mendengarkan musik via…
-
27 November 2024
Hari ini, 27 November 2024 diadakan Pilkada serentak secara Nasional. Seluruh daerah di Indonesia, baik tingkat satu maupun tingkat dua, (sepertinya) melaksanakan acara coblosan. Hiruk-pikuk Pilkada tentu berbeda dengan Pilpres yang telah ditunaikan pada Pebruari lalu. Namun, bumbu-bumbu Pilpres tetap saja hadir dalam Pilkada ini. Yaa meskipun tidak banyak. Pilkada tahun ini, saya tidak menggunakan hak pilih yang telah diberikan…
-
Seputar Berat Badan
Persis setahun yang lalu (Bernadya banget ya?), berat badan saya berkisar antara 85 sampai 90 kg. Jika diukur dengan rumus berat badan ideal ala Broca, berat badan ideal saya seharusnya sekitar 63 kg. Artinya, berat badan saya saat itu surplus hampir 30 kg, atau mendekati satu setengah kali lipat dari berat badan ideal. Wow! Untungnya, penggemukan di badan saya saat…
-
40 Hari dalam Setahun, Seperti Biasanya
40 Hari lagi, tahun 2024 akan sampai pada penghujungnya. Seperti tahun-tahun sebelumnya, saya biasanya akan menulis sebuah kilas balik tahunan tentang berbagai peristiwa yang bersinggungan dengan hidup saya. Kebetulan, saya tidak pernah benar-benar mempublikasikan rangkuman tahunan itu di dunia maya. Mungkin saja, untuk pertama kalinya, saya akan coba membagikan beberapa fragmen yang sekiranya bisa diambil remah-remah pelajarannya lewat blog ini.…
-
Dua Hal Menakutkan
Semua orang pasti punya hal-hal tertentu yang ditakutinya, pun dengan saya. Ada dua hal yang penampakannya selalu menghadirkan suasana mencekam bagi saya. Pertama, jarum suntik, atau apapun yang tujuannya untuk ditancapkan ke tubuh. Jarum-jarum itu, entah kenapa begitu menyeramkan bagi saya. Sehingga setiap momen perjumpaan dengannya seolah terjadi adegan-adegan dalam film drama kolosal. Desember 2015 adalah waktu dimana saya harus…
-
Yang Penting Beli, Bacanya Boleh Nanti-Nanti
Dulu, semasa akhir SD dan SMP, bapak saya pernah membuka usaha persewaan buku, Iqra’ namanya. Persewaan buku ini menyewakan berbagai genre buku, yang mayoritasnya buku-buku islami. Ada novel, tabloid, komik, dan sebagainya. Saya tidak begitu ingat usaha ini bertahan berapa lama. Bagi saya saat itu, buku-buku ini adalah hiburan terbaik yang bisa saya akses ketika pulang dari pondok. Mau bagaimana…
-
Belajar Menghadapi Kenyataan Pahit dari Nabi Ayub As
Artikel ini dipublikasikan di Tsaqafah.id pada 23 Oktober 2024 Ada sebuah kisah menarik yang terdokumentasi dalam QS. Al-Anbiya’ (21): 83, Allah Swt berfirman: وَأَيُّوبَ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُۥٓ أَنِّى مَسَّنِىَ ٱلضُّرُّ وَأَنتَ أَرْحَمُ ٱلرَّٰحِمِينَ Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya: “(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang.” Ayat…
-
Haruskah Hadir di Majelis Maulid untuk Memperingati Maulid Nabi?
Artikel ini dimuat di Tsaqafah.id pada 16 September 2024 Beberapa waktu yang lalu, ada seorang kawan bertanya kepada saya tentang peringatan maulid Nabi. Bukan masalah legalitasnya dalam syariat Islam. Namun tentang bagaimana ia bisa ikut memperingatinya, tanpa perlu “repot-repot” mencari majelis maulid dan beramai-ramai. Saya rasa, pertanyaan ini mewakili sebagian dari kita (masyarakat urban) yang banyak disibukkan dengan pekerjaan, studi,…