Secangkir Makna

Jika kau bukan anak raja, bukan juga anak ulama besar, maka menulislah.


Kategori: Tulisan

  • Katanya, Gudiken Adalah Tanda Ilmu Meresap

    Saya baru saja mengamati diskusi di media sosial tentang “gudik” santri. Katanya ada doktrin absurd di lingkungan pesantren: kalau kena gudik, tandanya ilmu sudah masuk. Kemudian narasi yang dianggap doktrin ini diseret pada relasi kuasa guru-murid. Muridnya protes bahwa penyakit ini sebab lingkungan yang kotor. Lalu gurunya menjawab dengan, “omongan guru kok nggak didengar!” Maksudnya, tentu kembali pada doktrin itu.…

  • Sebenarnya, Rezeki itu Apa?

    Rezeki, sebagaimana disebutkan dalam KBBI, adalah segala sesuatu yang dipakai untuk memelihara kehidupan (yang diberikan oleh Tuhan). Ia bisa berbentuk makanan sehari-hari maupun nafkah. Acapkali, rezeki juga dimaknai sebagai penghidupan, pendapatan, keuntungan, serta kesempatan mendapatkan makan. Rezeki adalah kata serapan dari bahasa Arab al-rizq yang berarti segala sesuatu yang dapat diambil manfaatnya. Dalam al-Qur’an, kata al-rizq terkadang digunakan untuk mengartikan…

  • Ketika Merusak Sudah Menjadi Kebiasaan (2)

    Kita sudah terlampau sering menormalisasi kerusakan, bahkan pengrusakan. Bukan hanya dalam bentuk fisik semata. Mentalitas kita pun tampaknya tidak terlepas dari “mode merusak.” Buktinya, kita sering memelintir kata-kata, memanipulasi data, dan seterusnya. Kita pun sering menampilkan ketidak akuran antar liyan di media-media sosial. Saling mengolok, menjatuhkan, dan tidak jarang menebarkan fitnah serta berita bohong. Duh, ciloko mencit! (celaka se-celaka celakanya).…

  • Ketika Merusak Sudah Menjadi Kebiasaan

    Ketika Allah berfirman kepada para malaikat-Nya bahwa Allah hendak menjadikan khalifah di muka bumi, para malaikat “protes.” Mereka bertanya, “Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?” Kemudian Allah berfirman, “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” Dialog ini terekam dalam QS. Al-Baqarah (2): 30, yang mengawali rangkaian…

  • Jika Harus Membandingkan

    Membandingkan. Satu aktivitas yang sepertinya sudah sangat dalam tertancap di alam bawah sadar pikiran kita. Bak excalibur, tidak sembarang orang bisa menarik dan membebaskannya. Bahkan, bantuan-bantuan orang lain tak jarang juga tidak ada artinya. Hanya orang-orang terpilih lah yang bisa terbebas dari aktivitas itu. Kita? Sepertinya bukan termasuk orang pilihan itu. Buktinya, kita tidak berhenti membandingkan nasib hidup kita dengan…

  • Sabar Bukan Opsi Terakhir

    Sabar adalah kata manis yang menyimpan getir di baliknya. Kita sering mengucapkannya, entah kepada teman yang sedang curhat, atau kepada diri sendiri saat sedang terhimpit masalah. Namun, ada kalanya justru kata itu membuat hati semakin berat, meski pada awalnya kita pakai untuk menenangkan diri. Tak jarang, sabar hanya kita hadirkan sebagai opsi terakhir ketika permasalahan sudah “mentok.” Tidak ketemu lagi…

  • Dosa Kecil yang Membengkak

    Ketika melakukan sebuah dosa, kita mungkin sering menenangkan diri dengan kalimat, “ah, cuma dosa kecil.” Padahal, Imam al-Ghazālī dalam Iḥyā’ justru memberi peringatan bahwa dosa kecil pun bisa membengkak dan menjadi besar, bahkan melebihi dosa besar, jika disertai sebab-sebab tertentu. Sebab pertama adalah iṣrār (terus-menerus) melakukan dosa itu. Sekali dua kali mungkin terlihat ringan, tapi ketika seseorang bertekad untuk tidak…

  • Hati yang Sedang Sakit

    Penyakit, dalam bahasa Arab disebut dengan al-maraḍ. Secara umum, maknanya adalah kondisi yang keluar dari tabiat alami. Jika penyakit didefinisikan sebagai kondisi yang keluar dari tabiat alami, apa tabiat alami itu? Maka kita perlu kembali melihat apa atau siapa yang sedang tertimpa penyakit. Mari kita ambil contoh organ tubuh manusia. Jari manusia dikatakan tertimpa penyakit ketika ia tidak pada kondisi…

  • Selemah-Lemahnya Iman

    Terdapat sebuah riwayat dari Ibn Mas‘ūd ra. bahwa beliau berkata: إن العبد ليغيب عن المنكر ويكون عليه مثل وزر صاحبه. قيل: وكيف ذلك؟ قال: يبلغه فيرضى به “Seorang hamba bisa saja tidak hadir ketika terjadi kemungkaran, namun ia tetap mendapat dosa seperti pelakunya.” Ditanyakan kepadanya: ‘Bagaimana bisa?’ Beliau menjawab: ‘Karena kabar itu sampai kepadanya, lalu ia meridhainya.’ Pesan ini jelas.…

  • Jika Allah Maha Penyayang, Kenapa Ada Keburukan di Dunia Ini?

    Dunia ini kacau balau. Kita sering melihat orang tidur di jalanan, anak-anak kelaparan, dan penyakit menggerogoti tubuh orang-orang tersayang di sekitar kita. Bahkan, kita juga mungkin pernah menyaksikan bencana alam yang menelan begitu banyak korban. Belum lagi masalah-masalah sosial yang tak kunjung reda. Semua ini benar-benar terjadi. Mungkin kita pernah mengalaminya. Dan tentu saja, ini menyakitkan. Padahal, katanya Allah itu…