-
Dunia ini Tidak Lebih Besar dari Sayap Nyamuk
Kita begitu sibuk memperlakukan dunia seolah inilah satu-satunya hal yang penting bagi kita. Kita khawatir, mengejar, berebut, bahkan bertengkar demi sepotong bagian kecil dari yang jelas-jelas fana. Padahal, Nabi pernah bersabda: لو كانت الدنيا تعدل عند الله جناح بعوضة ما سقى منها كافراً شربة ماء “Jika dunia mempunyai nilai di sisi Allah sebanding dengan sayap nyamuk, niscaya Allah tidak akan…
-
Perdagangan yang Tak Pernah Rugi
Setiap orang yang pernah berdagang tahu rasanya untung dan rugi. Ada hari dagangan laku keras, ada hari pulang dengan tangan hampa. Untung-rugi itu bagian dari keseharian manusia. Kadang keberuntungan datang, kadang kerugian menimpa, dan semuanya terasa wajar. Namanya juga pedagang. Tapi, adakah perdagangan yang sama sekali tidak mungkin rugi? Ternyata ada perdagangan yang sama sekali tidak akan merugikan pedagang itu.…
-
Melamban Bukanlah Hal yang Tabu
Melamban bukanlah hal yang tabuKadang itu yang kau butuhBersandar hibahkan bebanmu– Perunggu, 33x Begitulah potongan lirik dari tembang berjudul 33x yang dibawakan oleh Perunggu. Rangkaian kalimat ini terasa sangat nyaman didengarkan, tapi tidak ketika dipraktikkan. Bukankah kita sering bersalah ketika sedang melamban? Itulah kita, manusia. Kita lebih suka terburu-buru ketimbang melamban. Entah sejak kapan, kita lebih condong untuk mendapatkan hasil…
-
Dunia Tak Kasat Mata Desainer
“Invisible worlds, or worlds that are supposed to be invisible interest me. I like to see the effort it takes for some people to make things go smoothly for other people. Don’t misunderstand me; mostly I’m part of the invisible world myself.” – Jeanette Winterson Ada dunia yang tidak kasat mata, tapi justru menopang segalanya agar tetap berjalan. Dunia tak…
-
Bekerja atau Bermain?
Kerja tidak selalu berarti beban. Naval Ravikant pernah bilang, “I define work as a set of things that you have to do that you don’t want to do. So in that sense, I work very little.” Definisi ini sederhana, sekaligus agak menggelitik. Baginya, kerja itu yang terasa terpaksa. Selebihnya adalah permainan.Ia merasa sedang bermain ketika membangun produk bersama tim yang…
-
Dunia yang Kita Besar-Besarkan
Kadang-kadang kita terlalu serius dengan dunia. Kita terlalu khawatir soal masa depan, sibuk dengan rencana, terjebak dalam persaingan, lalu tanpa sadar memperlakukan dunia seolah-olah hanya inilah satu-satunya realitas yang ada di depan mata kita. Padahal, apa yang kita anggap penting ini tiba-tiba dipatahkan oleh sabda Nabi Saw: موضع سوط في الجنة خير من الدنيا وما فيها “Tempat seukuran cambuk di…
-
Keluarga Sakinah
Ketika mendengar istilah keluarga sakinah, banyak dari kita mungkin membayangkannya sebagai keluarga yang harmonis, tenang, dan tanpa konflik. Tidak pernah terlihat dalam keluarga itu pertengkaran, semuanya berjalan mulus, adem ayem, keluarga idaman lah pokoke. Sayang seribu sayang, jika yang kita bayangkan seperti itu, maka keluarga sakinah itu tidak ada. Betul, tidak ada. Barangkali selama ini kita memang salah memahami makna…
-
Pertolongan Allah
Seorang ayah membawa istri dan anak-anaknya untuk berangkat umrah. Segala persiapan sudah dilakukan. Tiket sudah siap, dan koper-koper ikut bersamanya menuju bandara. Tapi satu sopir yang mengantar mereka menuju bandara sempat salah jalan, dan ini membuat mereka terlambat. Sesampainya di bandara, waktu keberangkatan hanya tersisa beberapa menit. Lautan manusia sudah memenuhi antrean. Bagi siapa pun, peluang mengejar pesawat itu hampir…
-
Kucing yang Tertidur di Jubah Syaikh Ahmad al-Rifā‘ī
Saat itu, azan telah berkumandang. Waktu salat telah tiba. Syaikh Ahmad al-Rifā‘ī bergegas untuk melaksanakan salat bersiap-siap dan hendak mengambil jubahnya. Ternyata, beliau mendapati bahwa seekor kucing sedang tertidur pulas diatas lengan jubahnya. Beliau bisa saja membangunkan dan mengusir kucing itu. Tapi, beliau tidak melakukannya. Lalu, apa yang dilakukannya? Padahal itu adalah satu-satunya jubah yang dimilikinya untuk melaksanakan salat. Tanpa…
-
Panjang Angan-Angan
Nabi Muhammad saw pernah menggambar di atas tanah menggunakan sebatang kayu. Beliau membuat sebuah kotak persegi, lalu menarik garis lurus dari tengah kotak itu ke luar. Di sekeliling garis itu, beliau membuat garis-garis kecil yang mengarah padanya. Setelah itu beliau menjelaskan: “Ini adalah manusia,” sambil menunjuk titik di dalam kotak. “Kotak yang mengelilinginya adalah ajalnya. Garis yang keluar dari kotak…