Secangkir Makna

Jika kau bukan anak raja, bukan juga anak ulama besar, maka menulislah.


Kategori: Refleksi

  • Ketika Desainer Kalah dengan Kecerdasan Buatan

    Semalam, saya dipertemukan dengan sebuah postingan Instagram yang diberi judul lumayan menakutkan, Profesi Desain Grafis Adalah Salah Satu Pekerjaan yang Paling Terancam oleh Kemajuan Teknologi AI. Ketika membaca judul tersebut, saya mengernyitkan dahi, tentu saja ada pertanyaan dalam hati, “kok iso?” Postingan carousel itu kemudian saya baca perlahan, sekaligus mengkomparasikan dengan sumber data primernya yang merupakan sebuah report dari World…

  • Apa-Apa Kok Jadi Kelas

    Itulah komentar sinis saya yang sering tebersit dalam hati ketika melihat kelas-kelas online berseliweran di media sosial. Perasaan kesal ini sudah terasa lumayan lama, semenjak maraknya e-course yang bergerak di bidang desain antarmuka dan pengalaman pengguna (UI/UX) sebelum pandemi lalu. Kekesalan ini kebanyakan disebabkan oleh cara jualan mereka, yang menurut saya terlalu meromantisasi pekerjaan ini sebagai pekerjaan masa depan, karir…

  • Menggambar Lagi? Mungkinkah?

    Beberapa menit yang lalu, saya menemukan salah satu file PDF portfolio yang pernah saya buat pada tahun 2014. File itu berjudul, Jejak Rekam: Sebuah CV dan Portfolio dari Ibnu Mas’ud. Ketika membaca judul itu, saya merasa cringe. Entahlah, apa yang saya pikirkan kala itu. Saya bahkan tidak benar-benar ingat pernah membuat file ini. Sejauh ini, tulisan dalam buku-buku catatan saya…

  • Ketika Desainer Bakar-Bakar Ikan

    “Ibnu itu emang suka bikin-bikin sistem kok mbak,” ucap istri saya kepada Ibu-Ibu di sekitarnya. Sedangkan saya sedang menata makanan di gardu ronda kampung kami. Saat itu, para warga sedang mengadakan acara bakar-bakar ikan menjelang akhir tahun. Selain ikan, ada juga tempe goreng, krupuk, nasi, dan tentu saja sambal beserta lalapannya. Tak lupa, hadir juga minuman berupa teh panas, air…

  • Tidak Semua Hal Harus Ditunda Dulu

    Hari ini saya menuntaskan sebuah rutinitas tahunan sebagai warga negara yang baik, melaporkan SPT. Jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, maka pelaporan saya kali ini tergolong gasik. Normalnya, saya lapor SPT mepet-mepet deadline, 31 Maret. Bahkan, saya off-side tiga hari pada tahun lalu untuk melaporkannya. Untungnya saya telah mengunduh formulir pelaporannya sejak bulan Pebruari. Mungkin saja jika telah melewati batas waktu…

  • Akhirnya Putus Juga

    Ketersinambungan menulis di Blog yang telah berjalan selama sepuluh hari sejak tahun baru, akhirnya putus juga. Sebelas Januari adalah hari pertama saya skip menulis di tahun ini. Meskipun saya sadar akan ada hari-hari berikutnya yang menyusul, saat ini saya masih berusaha agar skip itu tidak terjadi secara beruntun. Beberapa hari yang lalu, saya sempat membahas tentang potensi kegagalan writing streak…

  • Makan Sepiring Berdua

    Saya masih ingin bercerita tentang makanan. Beberapa tahun terakhir, saya dan istri punya kecenderungan untuk makan sepiring berdua. Maksud saya bukan makna harfiahnya, tapi satu menu makanan untuk berdua. Keputusan ini lebih sering terjadi ketika kami membeli makanan di sebuah warung makan atau resto. Sepertinya ini akan menjadi sebuah tradisi panjang bagi keluarga kecil kami. Kemarin malam, kami kembali mempraktikkan…

  • Perihal Makan dan Makanan

    Saya dan istri sangat jarang memasak, tepatnya hampir tidak pernah. Bukan berarti saya atau istri saya tidak bisa memasak. Saya pernah jago masak, setidaknya sampai sebelum menikah. Begitupun dengan istri saya, ia lebih memiliki referensi jenis-jenis makanan yang luas dibandingkan saya yang hanya bisa masak itu-itu saja. Memasak atau tidak, kami tetap perlu makanan untuk dimakan. Cara kami mendapatkan makanan…

  • Tiga Buku Pertama di Tahun 2025

    Hari ini saya benar-benar libur. Setelah sekita sebulan lebih, saya merasakan kembali hari libur yang full dedicated to myself. Meskipun masih sempat melakukan aktivitas-aktivitas hobi, tapi hampir semuanya diambil dari waktu sisa. Sabtu dan Minggu tak lagi syahdu, pun Jum’at hanya terasa lewat. Pekerjaan dan pendidikan benar-benar menyedot hampir seluruh energi dan waktu saya belakangan ini. Bangun siang, menonton tim…

  • Perihal Keberuntungan

    Pada suatu ketika, saya pernah berdiskusi dengan seorang kawan tentang sesuatu yang disebut dengan bejo atau keberuntungan. Ungkapan bejo biasanya dinisbatkan pada sebuah hasil yang menyenangkan bagi seseorang.Lebih seringnya, kata ini muncul dari sudut pandang rasan-rasan pihak kedua atau ketiga. Asumsi saya, pihak pertama yang menyebut dirinya bejo jauh lebih sedikit dari pihak lainnya. Mulanya, saya menyatakan bahwa bejo itu…