-
Jangan Berputus Asa dari Rahmat Allah
Tidak sedikit orang yang merasa terjebak dalam masa lalu mereka sendiri. Sebagian mungkin bergumam, “Dosa saya sudah terlalu banyak, percuma kalau ingin berubah.” Ada pula yang akhirnya memilih pasrah dalam apatisme, seolah-olah pintu kebaikan sudah terkunci rapat untuk mereka. Perasaan ini mirip dengan orang yang sedang tenggelam lalu berhenti berenang, padahal ombak masih memungkinkannya untuk […]
-
Apakah Doa Kita Pasti Dikabulkan?
Mungkin banyak dari kita yang menganggap doa itu seperti saklar lampu. Sekali klik, lampu menyala. Klik berikutnya, lampu mati. Hasil instan. Itulah yang selalu kita harap-harapkan ketika berdoa. Ketika hasilnya tidak kunjung tampak, hati kita akan mulai resah. Kok belum terkabul ya? Kemudian, keresahan itu akan menjadi jenuh. Hingga kita mulai meninggalkan doa. Masalahnya, kita […]
-
Antara Kesedihan dan Kegembiraan
Tidak ada yang lebih melelahkan selain hidup yang mudah goyah oleh keadaan. Hari ini kita berduka, besok kita berbangga, lusa kita kecewa lagi. Seolah-olah perasaan kita ditentukan oleh kabar baik dan buruk yang datang. Mungkin kita merasa telah mempersiapkan segalanya sebaik mungkin. Rencana disusun, ada juga skenario cadangan, dan doa pun tidak lupa dipanjatkan. Tapi […]
-
Niat
Perbuatan manusia itu ada dua jenis: baik dan buruk. Setiap melakukan perbuatan baik, ia akan mendapatkan ganjarannya. Begitupun ketika melakukan tindakan buruk, ia tidak akan luput dari balasannya. Sekecil apapun perbuatan itu, kita akan menerima konsekuensinya. Namun, ada momen tertentu yang sepertinya sering kita alami: hampir melakukan sesuatu, tapi tidak jadi. Misalnya, kita sudah berniat […]
-
Antara Rasa Harap dan Rasa Takut
Di antara sekian banyak ajaran agama, ada dua kata yang terus berdampingan: harapan (rajā’) dan ketakutan (khauf). Keduanya seperti dua sisi timbangan yang tak boleh timpang. Harapan mengajak manusia menatap rahmat Allah, sementara ketakutan menjaga agar tidak lalai oleh godaan dunia. Tanpa keduanya, iman kehilangan keseimbangan. Sebuah hadis yang termaktub dalam Ṣaḥīḥ al-Bukhārī melukiskan hal […]
-
Jangan Berhenti
Semangat membara ketika memulai, lalu padam begitu saja kemudian. Misalnya, tiba-tiba kita kepikiran untuk hidup lebih sehat dengan berolahraga. Lalu, kita yakin bisa lari setiap hari. Hari pertama, karena sangat bersemangat, kita berlari sejauh 3 KM. Hari kedua, turun menjadi 1 KM. Hari ketiga? Rutinitas itu berakhir. Beramal pun juga demikian. Ada kalanya kita begitu […]
-
Asal-Muasal Dosa
Kalau kita bicara soal dosa, biasanya bayangan kita langsung tertuju pada daftar larangan syariat seperti mencuri, berzina, berbohong, atau meminum yang haram. Iya betul itu semua adalah tindakan “berdosa.” Namun, pernahkah kita berpikir kenapa seseorang bisa terjerumus pada dosa-dosa itu? Dalam Iḥyā’, Imam al-Ghazālī menyebutkan bahwa dosa pada dasarnya adalah setiap penyimpangan dari perintah Allah, […]
-
Belajar Hidup Biasa-Biasa Saja
Selamat datang di zaman yang serba luar biasa. Zaman dimana orang-orang biasa akan tersingkir —atau disingkirkan— dengan sendirinya. Kita pun perlahan rela menjadi budak zaman ini. Sehingga apapun yang kita perbuat, rasanya harus spektakuler, istimewa, dan kalau bisa ya…viral. Semakin kita mengikuti arus ini, semakin cepat pula kita tenggelam. Kita akan mudah merasa gagal, tidak […]
-
Ilusi Pencapaian
Kita mudah terkecoh dengan sesuatu yang tampak seperti pencapaian. Gelar, jabatan, pamor, pengikut, harta, dan yang sejenisnya. Semua itu mudah sekali membuat kita percaya bahwa kita sedang “berhasil.” Padahal, belum tentu demikian. Jangan-jangan, kita hanya sedang melihat fatamorgana di tengah padang pasir saja. Rasulullah Saw pernah bersabda: تَعِسَ عَبْدُ الدِّينَارِ، وَعَبْدُ الدِّرْهَمِ، وَعَبْدُ الْخَمِيصَةِ، إِنْ […]
-
Orang Pelit Tidak Akan Masuk Surga
Dalam Ihya’ karya Imam al-Ghazali, disebutkan sebuah riwayat yang berbunyi: لا يدخل الجنة شحيح ولا بخيل “Tidak akan masuk surga orang yang kikir dan bakhil.“ Ungkapan ini pendek, tapi isinya “ngeri.” Kalau dipikir-pikir, bukankah pelit itu hanya enggan memberi saja? Tentu jauh jika dibandingkan dengan dosa-dosa besar seperti membunuh, berzina, atau mencuri. Tidak ada apa-apanya. […]