Secangkir Makna

Jika kau bukan anak raja, bukan juga anak ulama besar, maka menulislah.


  • Dampak Mendengarkan Nasihat

    Manusia itu beragam. Sama-sama mendengar nasihat, tapi hasilnya bisa sangat berbeda. Ibn al-Jauzī membagi tiga kelompok manusia dalam merespon nasihat yang didengarnya: segera bertindak, terkadang lalai, dan yang sama sekali tidak berefek apapun. Kelompok pertama adalah mereka yang langsung tersadar dan bertindak. Begitu menerima nasihat, mereka tidak lagi ragu-ragu. Langkahnya…

    Baca lebih lanjut: Dampak Mendengarkan Nasihat
  • Kriteria Pemimpin

    Setiap kali membicarakan kriteria pemimpin, hampir selalu ada dua hal yang tak luput dari pembicaraan: keturunan dan kekayaan. Dua hal ini seolah menjadi kunci untuk mendapatkan kekuasaan. Siapa yang lahir dari keluarga tertentu, dianggap lebih pantas daripada selainnya. Siapa yang punya jumlah kekayaan tertentu, dianggap lebih layak untuk mengatur selainnya.…

    Baca lebih lanjut: Kriteria Pemimpin
  • Jangan Berputus Asa dari Rahmat Allah

    Tidak sedikit orang yang merasa terjebak dalam masa lalu mereka sendiri. Sebagian mungkin bergumam, “Dosa saya sudah terlalu banyak, percuma kalau ingin berubah.” Ada pula yang akhirnya memilih pasrah dalam apatisme, seolah-olah pintu kebaikan sudah terkunci rapat untuk mereka. Perasaan ini mirip dengan orang yang sedang tenggelam lalu berhenti berenang,…

    Baca lebih lanjut: Jangan Berputus Asa dari Rahmat Allah
  • Apakah Doa Kita Pasti Dikabulkan?

    Mungkin banyak dari kita yang menganggap doa itu seperti saklar lampu. Sekali klik, lampu menyala. Klik berikutnya, lampu mati. Hasil instan. Itulah yang selalu kita harap-harapkan ketika berdoa. Ketika hasilnya tidak kunjung tampak, hati kita akan mulai resah. Kok belum terkabul ya? Kemudian, keresahan itu akan menjadi jenuh. Hingga kita…

    Baca lebih lanjut: Apakah Doa Kita Pasti Dikabulkan?
  • Antara Kesedihan dan Kegembiraan

    Tidak ada yang lebih melelahkan selain hidup yang mudah goyah oleh keadaan. Hari ini kita berduka, besok kita berbangga, lusa kita kecewa lagi. Seolah-olah perasaan kita ditentukan oleh kabar baik dan buruk yang datang. Mungkin kita merasa telah mempersiapkan segalanya sebaik mungkin.  Rencana disusun, ada juga skenario cadangan, dan doa…

    Baca lebih lanjut: Antara Kesedihan dan Kegembiraan
  • Niat

    Perbuatan manusia itu ada dua jenis: baik dan buruk. Setiap melakukan perbuatan baik, ia akan mendapatkan ganjarannya. Begitupun ketika melakukan tindakan buruk, ia tidak akan luput dari balasannya. Sekecil apapun perbuatan itu, kita akan menerima konsekuensinya. Namun, ada momen tertentu yang sepertinya sering kita alami: hampir melakukan sesuatu, tapi tidak…

    Baca lebih lanjut: Niat
  • Antara Rasa Harap dan Rasa Takut

    Di antara sekian banyak ajaran agama, ada dua kata yang terus berdampingan: harapan (rajā’) dan ketakutan (khauf). Keduanya seperti dua sisi timbangan yang tak boleh timpang. Harapan mengajak manusia menatap rahmat Allah, sementara ketakutan menjaga agar tidak lalai oleh godaan dunia. Tanpa keduanya, iman kehilangan keseimbangan. Sebuah hadis yang termaktub…

    Baca lebih lanjut: Antara Rasa Harap dan Rasa Takut
  • Jangan Berhenti

    Semangat membara ketika memulai, lalu padam begitu saja kemudian. Misalnya, tiba-tiba kita kepikiran untuk hidup lebih sehat dengan berolahraga. Lalu, kita yakin bisa lari setiap hari. Hari pertama, karena sangat bersemangat, kita berlari sejauh 3 KM. Hari kedua, turun menjadi 1 KM. Hari ketiga? Rutinitas itu berakhir. Beramal pun juga…

    Baca lebih lanjut: Jangan Berhenti
  • Asal-Muasal Dosa

    Kalau kita bicara soal dosa, biasanya bayangan kita langsung tertuju pada daftar larangan syariat seperti mencuri, berzina, berbohong, atau meminum yang haram. Iya betul itu semua adalah tindakan “berdosa.” Namun, pernahkah kita berpikir kenapa seseorang bisa terjerumus pada dosa-dosa itu? Dalam Iḥyā’, Imam al-Ghazālī menyebutkan bahwa dosa pada dasarnya adalah…

    Baca lebih lanjut: Asal-Muasal Dosa
  • Belajar Hidup Biasa-Biasa Saja

    Selamat datang di zaman yang serba luar biasa. Zaman dimana orang-orang biasa akan tersingkir —atau disingkirkan— dengan sendirinya. Kita pun perlahan rela menjadi budak zaman ini. Sehingga apapun yang kita perbuat, rasanya harus spektakuler, istimewa, dan kalau bisa ya…viral. Semakin kita mengikuti arus ini, semakin cepat pula kita tenggelam. Kita…

    Baca lebih lanjut: Belajar Hidup Biasa-Biasa Saja