Secangkir Makna

Jika kau bukan anak raja, bukan juga anak ulama besar, maka menulislah.


Kategori: Blog

  • Pedagang Tanpa Barang

    Minggu lalu, berita heboh muncul dari Bekasi. Ada seorang perempuan yang dituding menjual “tiket masuk surga” seharga satu juta rupiah. Pengajian yang sudah berjalan selama delapan tahun, dengan tujuh puluh jemaah setia dari berbagai daerah, akhirnya dibubarkan oleh warga. MUI yang ikut turun tangan kemudian menyebut bahwa ajarannya tidak menyimpang. Lalu, berita itu menyebar seperti […]

  • Move-On dari Kebiasaan Buruk

    Move-on dari kebiasaan buruk memang tidak mudah. Saya sering mengalaminya, dan mungkin kita semua juga begitu. Contoh sederhananya: begitu bangun tidur, tangan otomatis meraih HP. Bangun tidur yang seharusnya menyegarkan, malah molor setengah sampai satu jam. Kadang suasana hati pun rusak sebelum hari benar-benar dimulai, hanya karena satu-dua informasi “nylekit” yang kita terima. Kesadaran bahwa […]

  • Gelisah

    Generasi kita seperti tidak pernah berhenti mencari. Dan itu membuat saya bertanya-tanya. Mencari passion, mencari purpose, mencari jati diri, dan seterusnya. Padahal kalau dipikir-pikir, orang tua kita dulu sepertinya tidak begitu. Mereka bangun pagi, bekerja, pulang, kumpul keluarga, lalu tidur. Dan mereka terlihat baik-baik saja. Kenapa kita begitu berbeda? Ada semacam kegelisahan kolektif yang sulit […]

  • Membeli Versi Ideal dari Diri Kita

    Saya sering melakukan proyeksi masa depan, terutama untuk hal-hal yang tampaknya sedang saya butuhkan. Saya pikir, ini adalah sebuah aktivitas yang lumrah dialami oleh manusia lainnya. Saya menulis ini ketika sedang menunggu istri scaling di klinik gigi yang tidak jauh dari rumah. Di ruang tunggu, saya sempat melamun karena dua device yang saya bawa sedang […]

  • Tafsir Surah al-Kāfirūn dalam Tafsir al-Ṭabarī

    Surah al-Kāfirūn memuat perintah Allah Swt kepada Nabi Muhammad Saw untuk menolak ajakan kaum musyrik Makkah yang menawarkan pertukaran praktik ibadah. Menurut Imam al-Ṭabarī dalam Jāmi‘ al-Bayān, sekelompok pemuka Quraisy mengusulkan agar mereka dan Nabi Saw saling menyembah tuhan masing-masing secara bergiliran dalam jangka waktu tertentu. Usulan ini disertai dengan janji kekayaan, pengaruh sosial, dan […]

  • Ketidaktahuan Adalah Priviledge

    Sebenarnya, ketidaktahuan itu tidak selalu buruk. Selama ini kita diajarkan bahwa tahu itu lebih baik daripada tidak tahu. Kalau ada yang mengaku tidak tahu sesuatu, langsung dianggap kurang pintar atau malas. Padahal, ada banyak situasi dimana tidak mengetahui sesuatu justru lebih menguntungkan. Coba bayangkan kalau kita bisa tahu kapan akan meninggal, atau bisa membaca pikiran […]

  • Pujian dan Kritik al-Tabari Terhadap Mufassir Salaf

    Sebagai penutup muqaddimahnya, al-Ṭabarī menyampaikan catatan evaluatif terhadap para mufassir yang hidup sebelum atau sezaman dengannya. Catatan yang ia rekam ini merupakan penerapan langsung dari kriteria metodologis yang telah ia uraikan sebelumnya. Al-Tabari mengategorikan para mufassir berdasarkan kualitas keilmuan mereka, keabsahan jalur periwayatan, dan kredibilitas metodologi mereka. Bagian ini sangat penting karena menunjukkan bagaimana al-Tabari […]

  • Metodologi Tafsir dan Tingkatan Makna al-Quran

    Setelah membahas aspek teologis al-Quran, al-Tabari beralih pada isu metodologis yang fundamental dalam ilmu tafsir: bagaimana cara yang benar untuk memahami al-Quran? Ia mengembangkan kerangka metodologis yang sistematis dengan membagi ayat-ayat al-Quran ke dalam tiga kategori berdasarkan cara memahaminya. Selain itu, al-Tabari juga menegaskan peran sentral Rasulullah Saw sebagai mubayyin (penjelas) al-Quran, sekaligus menetapkan batasan-batasan […]

  • Makna “Tujuh Pintu Surga” dalam Hadis al-Quran

    Setelah membahas aspek linguistik dan sejarah kodifikasi al-Quran, al-Tabari mengalihkan perhatian pada dimensi teologis yang lebih detail tentang keistimewaan al-Quran. Ia membahas hadis yang menyebutkan bahwa al-Quran “turun dari tujuh pintu surga” dan menganalisis berbagai riwayat yang menjelaskan aspek-aspek kandungan al-Quran. Al-Tabari berusaha mengharmonisasikan pemahaman tentang “tujuh huruf” dengan konsep “tujuh pintu surga,” dengan menunjukkan […]

  • Sejarah Kodifikasi Mushaf dan Kebijaksanaan Utsman ibn Affan

    Setelah menjelaskan konsep sab’ah ahruf, al-Tabari menghadapi pertanyaan penting selanjutnya: bagaimana proses kodifikasi al-Quran berlangsung dalam sejarah? Al-Tabari memberikan penjelasan historis yang cukup komprehensif tentang proses kodifikasi al-Quran, dimulai dari masa Abu Bakar hingga kebijakan unifikasi yang dilakukan Utsman ibn Affan. Ia menggambarkan bagaimana para sahabat, dengan kebijaksanaan dan visi ke depannya, memutuskan untuk menyatukan […]