-
Menyambut Ramadan
Nabi ﷺ tidak menyambut Ramadan secara tiba-tiba. Beliau mempersiapkan diri jauh sebelum bulan itu tiba—baik secara ruhani maupun jasmani. Barangkali, ini adalah salah satu pelajaran penting dari segmen kehidupan Nabi yang jarang kita highlight. Kenapa? Karena umumnya kita menganggap Ramadan seperti tamu yang datang mendadak, dengan seloroh seperti “eh, udah puasa lagi aja nih.” Padahal kita semua juga sudah tahu,…
-
Wajahnya Menjadi Suram
Suatu hari, Abū ‘Amr bin ‘Ulwān keluar rumah menuju Sūq al-Raḥbah (pasar al-Rahbah) untuk suatu keperluan. Di jalan, ia melihat jenazah lewat dan memutuskan untuk mengikutinya agar bisa menyalatkan mayit. Ia menunggu hingga jenazah dimakamkan. Saat itulah, tanpa sengaja, matanya jatuh pada seorang perempuan yang kebetulan tidak menutup wajahnya. Pandangannya tertahan sejenak, lebih lama dari yang seharusnya. Begitu sadar, ia…
-
Salat Berdiri di Usia Seratus Tahun
Imam al-Sya‘rani pernah menceritakan sebuah pemandangan yang sulit dilupakan tentang gurunya, Syaikh al-Islam Zakariyya al-Anshari, yang usianya telah sampai seratus tahun. Ketika itu tubuhnya sudah renta, sakit pun datang silih berganti. Namun syaikh tua itu masih kukuh berdiri dalam salat sunah. Badannya limbung ke kanan dan ke kiri, hampir-hampir tidak sanggup menjaga keseimbangan. Tapi ia tetap memaksakan diri untuk berdiri.…
-
Ketika Hadiah Mengaburkan Penilaian
Syaikh Mutawalli Sya’rawi, seorang mufassir kondang asal Mesir, pernah menceritakan kisah tentang seorang hakim yang terkenal adil. Semua orang tahu kredibilitas Hakim ini. Namun ia punya “kelemahan,” yaitu sangat suka dengan kurma segar. Semua orang juga tahu soal ini. Lalu, apa masalahnya dengan suka kurma segar? Jadi, pada suatu hari ada seseorang yang sedang berperkara di pengadilan yang dipimpin oleh…
-
Penampilan yang Menipu
Abu Bakar bin ‘Ayyasy pernah menceritakan sebuah kejadian yang cukup memalukan. Suatu hari, dia bersama Sufyan al-Tsauri masuk ke sebuah kota. Di sana, mereka bertemu seorang pria berjenggot putih dengan pakaian yang rapi. Penampilannya sangat meyakinkan, seperti seorang ulama. Sufyan al-Tsauri kemudian mendekati pria itu, memberi salam, lalu bertanya dengan sopan, “Wahai syaikh, apakah anda punya hadis?” Pria itu menjawab…
-
Tentang Neraka, Keadilan, dan Keterbatasan Kita
Ada satu pertanyaan yang sering terdengar di telinga kita, “apakah semua orang kafir masuk neraka?” Pertanyaan ini biasanya muncul dengan latar kegelisahan yang sama, terutama ketika menyangkut orang-orang yang secara lahiriah terlihat baik, atau bahkan berjasa besar kepada Islam. Contohnya Abu Thalib, paman Nabi Muhammad Saw yang telah melindungi dan membantu beliau begitu banyak. Mengapa ia tetap masuk neraka meski…
-
Cerdas Sosial adalah Karakter Orang Saleh
Ada seorang pemuda yang datang menemui Nabi Saw dengan permintaan yang benar-benar di luar nalar. Ia meminta izin untuk berzina. Bayangkan, di hadapan Rasulullah, ia berani mengucapkan kalimat seperti itu. Para sahabat yang mendengar langsung siaga, siap memberikan “pelajaran” pada pemuda ini. Bagaimana mungkin seseorang berani berbicara seperti itu di hadapan Nabi? Akan tetapi, respons Nabi Saw justru mengejutkan. Alih-alih…
-
Tidak Merasa Lebih Baik dari Orang Lain
Syaikh Muhammad Said al-Burhani, seorang ulama dan imam di Masjid al-Taubah Damaskus, pernah berkata: ذنبي محقَّق، وذنبُ غيري مَظنون؛ فلذا كلُّ الخلق أفضل مني “Dosa saya itu pasti ada, sedangkan dosa orang lain masih dugaan belaka. Karena itu, semua makhluk lebih baik daripada saya.” Saya membaca kutipan ini dari sebuah kanal di Telegram. Entah mengapa, kalimat ini begitu mengena di…
-
Husnuzan Kepada Allah Swt
Betapa banyak orang yang berhenti berusaha menjadi baik, hanya karena dirinya bergelimang dosa. Ia mungkin berprasangka karena keburukannya, Allah sudah tidak mau lagi mendengarkannya. Ia merasa tak layak berdoa kepada Allah, tak pantas untuk mendekati-Nya. Padahal seberapapun dosa kita, Allah tetaplah dzat yang Maha Besar. Ialah satu-satunya dzat yang berjanji —dan janjinya pasti ditepati— akan mengampuni seluruh dosa-dosa hamba-Nya, inna…
-
Dunia Modern Memang Tidak Bisa Memahami Kita
Di berbagai beranda media sosial, ramai pembicaraan soal Trans7 yang dianggap “melecehkan” ulama. Siapa yang menganggap itu sebagai pelecehan? Ya kami, kaum santri. Dalam rangkaian narasi itu, digambarkan seolah Kiai naik mobil mewah, menerima amplop (uang) dari santri, dan seterusnya. Arahnya sama seperti yang sudah-sudah, feodalisme dan sejenisnya. Dunia modern memang sialan. Saya sendiri juga merasa sangat kesulitan menjelaskan hal…