-
Berbahagialah dengan Dirimu Sendiri
Di tengah liku-liku kehidupan yang semrawut ini, semua orang berusaha keras menemukan kebahagiaan. Terkadang kita mencarinya di tempat-tempat yang jauh entah dimana, padahal seringkali, kunci kebahagiaan itu ada di dalam diri kita sendiri. Filosof Stoik asal Yunani, Epictetus, pernah berkata, “Kebahagiaan dan kebebasan dimulai dengan pemahaman yang jelas tentang satu prinsip: Beberapa hal ada di bawah kendali kita, dan beberapa…
-
Tetap Waras dengan Bersikap Bodoamat
Dalam menjalani kehidupan yang sitik-sitik emosi ini, sepertinya menjaga kewarasan pikiran kita menjadi suatu perjuangan yang ndak mudah. Tekanan untuk selalu tanggap dan untuk selalu terlibat dalam setiap masalah, sering menguras energi batin kita. Tapi, ada pelajaran berharga bagi kita dari beberapa kisah yang mempertontonkan sikap bodoamat, yaitu ndak mikir jeru-jeru. Suatu ketika Abu Bakar dicela oleh seorang laki-laki badui,…
-
Kita Tidak Harus Tahu Segalanya
Di era yang serba cepat dan penuh informasi seperti saat ini, kita cenderung mengukur kecerdasan seseorang berdasarkan seberapa banyak yang mereka ketahui. Dalam dunia yang memberi tekanan untuk selalu tampil berpengetahuan, mengakui ketidaktahuan sering kali dianggap sebagai tanda kelemahan atau kurangnya kecerdasan seseorang. Namun, apakah ketidaktahuan adalah sebuah kesalahan? Ya ndak juga. Dalam Ihya’, Imam Ghazali mengungkap panjang lebar tentang…
-
The Grass is Always Greener on the Other Side
This article explores the flawed notion of “the grass is always greener on the other side,” emphasizing the importance of gratitude and recognizing the unique value of our own lives. It highlights how happiness and sadness are subjective, urging us to find contentment in our individual journeys and appreciate life’s small joys.