-
Perdagangan yang Tak Pernah Rugi
Setiap orang yang pernah berdagang tahu rasanya untung dan rugi. Ada hari dagangan laku keras, ada hari pulang dengan tangan hampa. Untung-rugi itu bagian dari keseharian manusia. Kadang keberuntungan datang, kadang kerugian menimpa, dan semuanya terasa wajar. Namanya juga pedagang. Tapi, adakah perdagangan yang sama sekali tidak mungkin rugi? Ternyata ada perdagangan yang sama sekali tidak akan merugikan pedagang itu.…
-
Melamban Bukanlah Hal yang Tabu
Melamban bukanlah hal yang tabuKadang itu yang kau butuhBersandar hibahkan bebanmu– Perunggu, 33x Begitulah potongan lirik dari tembang berjudul 33x yang dibawakan oleh Perunggu. Rangkaian kalimat ini terasa sangat nyaman didengarkan, tapi tidak ketika dipraktikkan. Bukankah kita sering bersalah ketika sedang melamban? Itulah kita, manusia. Kita lebih suka terburu-buru ketimbang melamban. Entah sejak kapan, kita lebih condong untuk mendapatkan hasil…
-
Dunia yang Kita Besar-Besarkan
Kadang-kadang kita terlalu serius dengan dunia. Kita terlalu khawatir soal masa depan, sibuk dengan rencana, terjebak dalam persaingan, lalu tanpa sadar memperlakukan dunia seolah-olah hanya inilah satu-satunya realitas yang ada di depan mata kita. Padahal, apa yang kita anggap penting ini tiba-tiba dipatahkan oleh sabda Nabi Saw: موضع سوط في الجنة خير من الدنيا وما فيها “Tempat seukuran cambuk di…
-
Keluarga Sakinah
Ketika mendengar istilah keluarga sakinah, banyak dari kita mungkin membayangkannya sebagai keluarga yang harmonis, tenang, dan tanpa konflik. Tidak pernah terlihat dalam keluarga itu pertengkaran, semuanya berjalan mulus, adem ayem, keluarga idaman lah pokoke. Sayang seribu sayang, jika yang kita bayangkan seperti itu, maka keluarga sakinah itu tidak ada. Betul, tidak ada. Barangkali selama ini kita memang salah memahami makna…
-
Tafsir Surah al-Kāfirūn dalam Tafsir al-Ṭabarī
Surah al-Kāfirūn memuat perintah Allah Swt kepada Nabi Muhammad Saw untuk menolak ajakan kaum musyrik Makkah yang menawarkan pertukaran praktik ibadah. Menurut Imam al-Ṭabarī dalam Jāmi‘ al-Bayān, sekelompok pemuka Quraisy mengusulkan agar mereka dan Nabi Saw saling menyembah tuhan masing-masing secara bergiliran dalam jangka waktu tertentu. Usulan ini disertai dengan janji kekayaan, pengaruh sosial, dan pemuliaan terhadap pribadi Nabi Saw,…