-
Manusia Hanya Diamanahi “Kepemilikan”
Baca lebih lanjut: Manusia Hanya Diamanahi “Kepemilikan”Pada artikel sebelumnya telah dibahas bahwa akal adalah pemberian atau anugerah (wahb) untuk dimanfaatkan, bukan kepemilikan (milkiyyah) yang memberikan hak mutlak kepada pemiliknya. Prinsip yang sama berlaku untuk seluruh hal lain yang berada di tangan manusia. Allah ta‘ālā telah menetapkan posisi manusia di muka bumi sebagai khalīfah, sebagaimana firman-Nya, إِنِّي…
-
Akalmu, Sejatinya Bukan Milikmu
Baca lebih lanjut: Akalmu, Sejatinya Bukan MilikmuSeseorang yang merasa bangga dengan kecerdasan akalnya, dengan kemampuannya menganalisis persoalan dan menyusun argumen, jarang sekali mempertanyakan dari mana kemampuan itu sejatinya berasal. Ia memperlakukan akalnya sebagaimana ia memperlakukan barang miliknya, yaitu sesuatu yang boleh ia gunakan untuk apapun, ke arah manapun yang ia kehendaki tanpa batasan dari siapa pun.…
-
Kita Bersama Orang yang Kita Cintai
Baca lebih lanjut: Kita Bersama Orang yang Kita CintaiSetiap amalan dalam syariat Islam memiliki kaitan langsung dengan Rasulullah ﷺ. Salat yang kita tunaikan lima kali sehari misalnya, mengikuti tata cara yang beliau ajarkan. Begitupun dengan puasa yang kita jalani di bulan Ramadhan, sudah mesti mengikuti ketentuan yang beliau sampaikan. Zakat, haji, dan seluruh rukun Islam lainnya juga sampai…
-
Siapa yang Diberi Hikmah, Ia Telah Diberi Kebaikan yang Banyak
Baca lebih lanjut: Siapa yang Diberi Hikmah, Ia Telah Diberi Kebaikan yang BanyakAllah ta‘ālā berfirman, وَمَنْ يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًا “Dan siapa yang diberi hikmah, maka sungguh ia telah diberi kebaikan yang banyak.” (QS. Al-Baqarah [2]: 269) Kata ḥikmah sendiri hadir di banyak tempat dalam al-Qur’an, dan di setiap tempat itu, ia memunculkan makna yang berbeda-beda. Penelusuran terhadap penggunaan kata…
-
Tiga Lapis Belenggu Syahwat
Baca lebih lanjut: Tiga Lapis Belenggu SyahwatSetiap manusia yang pernah mencoba menahan diri dari sesuatu yang ia inginkan tentu tahu tentang betapa sulitnya perjuangan itu. Seseorang yang sedang berdiet dan melewati restoran favoritnya tidak hanya berhadapan dengan rasa lapar, tetapi juga dengan ingatan tentang betapa nikmatnya makanan di tempat itu, dan lebih dari itu, ia juga…
-
Ibadah Karena Takut dan Harap, Memangnya Kenapa?
Baca lebih lanjut: Ibadah Karena Takut dan Harap, Memangnya Kenapa?Kita mungkin pernah mendengar ungkapan bahwa beribadah karena mengharap surga atau takut neraka adalah ibadah level bawah, ibadah para pedagang yang memperhitungkan untung-rugi, dan bahwa ibadah yang sesungguhnya adalah ibadah tanpa pamrih apa pun selain karena Allah semata. Ungkapan semacam ini tersebar luas di berbagai majlis dan buku-buku keagamaan, dan…
-
Tiga Perkara yang Harus Diketahui oleh Setiap Orang Berakal
Baca lebih lanjut: Tiga Perkara yang Harus Diketahui oleh Setiap Orang BerakalTelinga kita mungkin sudah sangat familiar dengan rangkaian kalimat subḥāna rabbika rabbi al-‘izzati ‘ammā yashifūn, wa salāmun ‘alā al-mursalīn, wa al-ḥamdu lillāhi rabb al-‘ālamīn, terutama dalam penutup doa-doa yang dibaca secara berjamaah. Saya sendiri melazimkan untuk menutup doa dengan membaca kalimat-kalimat ini, yang semulanya berasal dari tiga ayat penutup QS.…
-
Bagaikan Api yang Menyala di Kepala Nabi Zakariyya
Baca lebih lanjut: Bagaikan Api yang Menyala di Kepala Nabi ZakariyyaBahasa punya banyak cara untuk menyampaikan satu hal yang sama. Kita bisa mengatakan “saya haus” dan semua orang akan paham maksudnya. Kalimat itu lugas, to the point, dan tidak bertele-tele. Tapi kalimat seperti itu hanya menyampaikan informasi, tanpa membawa serta suasana hati orang yang mengucapkannya. Ia sebatas memberitahu, tanpa menghadirkan…
-
Negeri Keselamatan
Baca lebih lanjut: Negeri KeselamatanSurga memiliki beberapa nama, dan salah satunya adalah Dār al-Salām. Nama ini sendiri diperkenalkan oleh Allah Swt melalui firman-Nya, salah duanya terdapat dalam QS. Al-An‘ām [6]: 127 dan QS. Yūnus [10]: 25. Penamaan ini, jika ditinjau lagi, rasanya cukup menarik karena dari sekian banyak sifat yang bisa digunakan untuk menggambarkan…
-
Waktu yang Terlupa dan Sisa Hidup yang Terbuang
Baca lebih lanjut: Waktu yang Terlupa dan Sisa Hidup yang TerbuangSiapa dari kita yang luput dari jerat lupa dan lalai? Pagi menjelang hanya dilewati dalam kelalaian, seolah waktu yang terhidang adalah persediaan tak berujung. Malam tiba, menjadi satu tarikan panjang dalam tidur yang membuai, menutup mata dari segala upaya dan perjuangan. Kita seolah berjalan di atas bumi tanpa pernah menyadari…