-
Dunia Modern Memang Tidak Bisa Memahami Kita
Baca lebih lanjut: Dunia Modern Memang Tidak Bisa Memahami KitaDi berbagai beranda media sosial, ramai pembicaraan soal Trans7 yang dianggap “melecehkan” ulama. Siapa yang menganggap itu sebagai pelecehan? Ya kami, kaum santri. Dalam rangkaian narasi itu, digambarkan seolah Kiai naik mobil mewah, menerima amplop (uang) dari santri, dan seterusnya. Arahnya sama seperti yang sudah-sudah, feodalisme dan sejenisnya. Dunia modern…
-
Menghormati Nama Allah
Baca lebih lanjut: Menghormati Nama AllahMālik bin Dīnār adalah seorang ulama besar yang hidup pada masa tabi’in. Suatu pagi ia keluar dari rumahnya, hendak menunaikan salat Subuh di masjid. Di tengah perjalanan, ia menemukan seorang lelaki tergeletak di pinggir jalan dalam keadaan sangat buruk. Lelaki itu mabuk berat, tidak sadarkan diri, berdebu, dengan busa keluar…
-
Agar Ilmu Menampakkan Dirinya Sendiri
Baca lebih lanjut: Agar Ilmu Menampakkan Dirinya SendiriImam al-Muzanī, salah satu murid jagoan Imam al-Syāfi’ī, pernah berkata, “Aku membaca kitab al-Risālah karya Imam al-Syāfi’ī sebanyak 500 kali. Setiap kali membacanya, aku selalu menemukan faidah baru yang tidak kudapatkan pada bacaan sebelumnya.” Lima ratus kali lho. Bukan satu-dua kali. Bukan sepuluh atau dua puluh kali. Lima ratus kali…
-
Quranis yang Melemahkan Al-Qur’an
Baca lebih lanjut: Quranis yang Melemahkan Al-Qur’anAda kelompok yang menyebut diri mereka “Qur’anis” atau Quraniyyūn. Mereka mengklaim bahwa memahami agama ini cukup dengan Al-Qur’an saja, tanpa perlu hadis Nabi. Argumen utama mereka terdengar meyakinkan: bukankah Allah sudah berfirman bahwa Al-Qur’an adalah tibyānan likulli syai’ (penjelasan untuk segala sesuatu)? Kalau sudah lengkap, kenapa perlu hadis? Masalahnya, argumen…
-
Kaya dari Dalam
Baca lebih lanjut: Kaya dari DalamAda cerita menarik dari Gus Mus yang saya tonton di Youtube. Beliau bercerita tentang dua kawan yang berbeda. Kawan pertama, seorang petani sederhana yang makan di galengan sawah. Menunya simpel: nasi, sambal, gereh (ikan asin), dan air dari kendi. Selesai makan, Alhamdulillahnya keras sekali sampai satu kampung kedengaran. Terlihat betul…
-
Mandiri adalah Karakter Orang Saleh
Baca lebih lanjut: Mandiri adalah Karakter Orang SalehSayyidah Aisyah Ra pernah ditanya oleh al-Aswad bin Yazid, “Apa yang dilakukan Rasulullah Saw di tengah keluarganya?” Lalu, Sayyidah Aisyah menjawab, “Beliau senantiasa membantu pekerjaan rumah istrinya. Apabila tiba waktu salat, beliau bangkit untuk melaksanakan salat.” Dalam riwayat lain, disebutkan juga bahwa Nabi Saw terbiasa menjahit pakaiannya sendiri, menambal sandalnya,…
-
Manusia yang Paling Baik Akhlaknya
Baca lebih lanjut: Manusia yang Paling Baik AkhlaknyaAnas bin Malik adalah sahabat yang betul-betul mengenal seluk-beluk kehidupan Nabi Saw. Di antara sekian banyak sahabat, beliau termasuk yang paling banyak meriwayatkan hadis. Imam al-Suyuthi bahkan menempatkannya sejajar dengan Abu Hurairah, Ibn ‘Umar, Ibn ‘Abbas, Abu Sa‘id al-Khudri, Jabir, dan Siti Aisyah. Mereka adalah para sahabat yang juga menjadi…
-
Kelembutan
Baca lebih lanjut: KelembutanPada suatu ketika, sekelompok orang Yahudi datang menemui Rasulullah Saw. Mereka mengucapkan salam, tapi dengan niat menghina. Alih-alih berkata “as-salāmu ‘alaikum” — “semoga keselamatan atasmu” — mereka memelintirnya menjadi “as-sām ‘alaikum”, yang berarti “semoga engkau mati.” Kata itu terdengar hampir sama, tapi maknanya jauh berbeda. Ucapan itu dilontarkan bukan sebagai…
-
Terima Kasih
Baca lebih lanjut: Terima KasihBelakangan ini, saya cukup longgar. Ada banyak waktu yang tersedia untuk membaca, belajar, dan berdiskusi. Tak ketinggalan, saya pun juga jadi lebih rajin menulis. Hampir setiap hari, dalam 50 hari terakhir —ini adalah hari ke-51— saya selalu menulis, setidaknya satu tulisan di blog ini. Saya baru menyadarinya beberapa hari lalu…
-
Hidayah Allah
Baca lebih lanjut: Hidayah AllahMenjadi umat Nabi Muḥammad Saw adalah bentuk karunia yang tidak bisa dibandingkan dengan apa pun. Tapi kita sering lupa, bahwa kita menjadi bagian dari umat beliau itu bukanlah soal kepintaran. Bukan pula karena orang tua kita saleh, pun tidak juga karena guru atau kiai kita alim. Kita bisa menapaki jalan…