Secangkir Makna

Jika kau bukan anak raja, bukan juga anak ulama besar, maka menulislah.


  • Antara Rasa Harap dan Rasa Takut

    Di antara sekian banyak ajaran agama, ada dua kata yang terus berdampingan: harapan (rajā’) dan ketakutan (khauf). Keduanya seperti dua sisi timbangan yang tak boleh timpang. Harapan mengajak manusia menatap rahmat Allah, sementara ketakutan menjaga agar tidak lalai oleh godaan dunia. Tanpa keduanya, iman kehilangan keseimbangan. Sebuah hadis yang termaktub…

    Baca lebih lanjut: Antara Rasa Harap dan Rasa Takut
  • Jangan Berhenti

    Semangat membara ketika memulai, lalu padam begitu saja kemudian. Misalnya, tiba-tiba kita kepikiran untuk hidup lebih sehat dengan berolahraga. Lalu, kita yakin bisa lari setiap hari. Hari pertama, karena sangat bersemangat, kita berlari sejauh 3 KM. Hari kedua, turun menjadi 1 KM. Hari ketiga? Rutinitas itu berakhir. Beramal pun juga…

    Baca lebih lanjut: Jangan Berhenti
  • Asal-Muasal Dosa

    Kalau kita bicara soal dosa, biasanya bayangan kita langsung tertuju pada daftar larangan syariat seperti mencuri, berzina, berbohong, atau meminum yang haram. Iya betul itu semua adalah tindakan “berdosa.” Namun, pernahkah kita berpikir kenapa seseorang bisa terjerumus pada dosa-dosa itu? Dalam Iḥyā’, Imam al-Ghazālī menyebutkan bahwa dosa pada dasarnya adalah…

    Baca lebih lanjut: Asal-Muasal Dosa
  • Belajar Hidup Biasa-Biasa Saja

    Selamat datang di zaman yang serba luar biasa. Zaman dimana orang-orang biasa akan tersingkir —atau disingkirkan— dengan sendirinya. Kita pun perlahan rela menjadi budak zaman ini. Sehingga apapun yang kita perbuat, rasanya harus spektakuler, istimewa, dan kalau bisa ya…viral. Semakin kita mengikuti arus ini, semakin cepat pula kita tenggelam. Kita…

    Baca lebih lanjut: Belajar Hidup Biasa-Biasa Saja
  • Ilusi Pencapaian

    Kita mudah terkecoh dengan sesuatu yang tampak seperti pencapaian. Gelar, jabatan, pamor, pengikut, harta, dan yang sejenisnya. Semua itu mudah sekali membuat kita percaya bahwa kita sedang “berhasil.” Padahal, belum tentu demikian. Jangan-jangan, kita hanya sedang melihat fatamorgana di tengah padang pasir saja. Rasulullah Saw pernah bersabda: تَعِسَ عَبْدُ الدِّينَارِ،…

    Baca lebih lanjut: Ilusi Pencapaian
  • Orang Pelit Tidak Akan Masuk Surga

    Dalam Ihya’ karya Imam al-Ghazali, disebutkan sebuah riwayat yang berbunyi: لا يدخل الجنة شحيح ولا بخيل “Tidak akan masuk surga orang yang kikir dan bakhil.“ Ungkapan ini pendek, tapi isinya “ngeri.” Kalau dipikir-pikir, bukankah pelit itu hanya enggan memberi saja? Tentu jauh jika dibandingkan dengan dosa-dosa besar seperti membunuh, berzina,…

    Baca lebih lanjut: Orang Pelit Tidak Akan Masuk Surga
  • Mengapa Orang Beriman Masih Terus Berdosa?

    Inilah salah satu pertanyaan yang sering muncul di benak kita. Kalau memang seseorang sudah beriman, mengapa ia tetap mengulang dosa? Bukankah iman seharusnya menjadi bentengnya terhadap dosa-dosa itu? Imam al-Ghazālī dalam Iḥyā’ menjelaskan bahwa perkara ini bukan karena hilangnya iman, tetapi karena lemahnya iman. Iman tetap ada, tetapi tidak cukup…

    Baca lebih lanjut: Mengapa Orang Beriman Masih Terus Berdosa?
  • Dua Kenikmatan yang Sering Menipu

    Beberapa hari lalu, saya membagikan sebuah quote dari Ibn al-Jauzī di media sosial. Saya menyadurnya ketika membaca kitab Fath al-Bārī. Beliau berkata, قد يكون الإنسان صحيحا ولا يكون متفرغا لشغله بالمعاش، وقد يكون مستغنيا ولا يكون صحيحا، فإذا اجتمعا فغلب عليه الكسل عن الطاعة فهو المغبون “Terkadang, seseorang dalam keadaan…

    Baca lebih lanjut: Dua Kenikmatan yang Sering Menipu
  • Kita Harus Fanatik Pada Ilmu, Bukan yang Lain

    “Iki elmu iki cung!“ Itulah salah satu ungkapan Gus Baha’ yang sering kami dengar sejak ngaji bersama beliau sebelas tahun lalu. Kadang kita memang terlalu mudah terjebak pada label. Entah itu NU, Muhammadiyah, Persis, Salafi, Al-Azhar, UIM, UIN, dan seterusnya. Nama-nama itu memang besar, bersejarah, dan berjasa melahirkan banyak ulama.…

    Baca lebih lanjut: Kita Harus Fanatik Pada Ilmu, Bukan yang Lain
  • Burdah

    Kata-kata punya umurnya sendiri. Ada yang lekas basi, ada yang singgah sebentar, dan ada pula yang mampu melintasi zaman. Banyak faktor yang menyebabkan untaian kata-kata bisa berumur panjang. Bisa jadi karena sosok yang mengucapkannya, bisa jadi pula karena pengaruh kata-kata itu sendiri. Syair Burdah karya al-Bushiri, dalam konteks ini, adalah…

    Baca lebih lanjut: Burdah