Secangkir Makna

Jika kau bukan anak raja, bukan juga anak ulama besar, maka menulislah.


Tag: ihya ulumiddin

  • Kita Tidak Harus Tahu Segalanya

    Di era yang serba cepat dan penuh informasi seperti saat ini, kita cenderung mengukur kecerdasan seseorang berdasarkan seberapa banyak yang mereka ketahui. Dalam dunia yang memberi tekanan untuk selalu tampil berpengetahuan, mengakui ketidaktahuan sering kali dianggap sebagai tanda kelemahan atau kurangnya kecerdasan seseorang. Namun, apakah ketidaktahuan adalah sebuah kesalahan? Ya ndak juga. Dalam Ihya’, Imam Ghazali mengungkap panjang lebar tentang…

  • Penyaksian Hati: Sebuah Pengalaman Ruhani

    Dalam dunia pesantren Indonesia, al-Ghazali adalah sosok yang sangat populer. Barangkali santri pesantren bisa menyebutkan lebih dari lima kitab karya al-Ghazali. Beliau adalah tokoh yang dijadikan sebagai rujukan pandangan tasawuf di Indonesia, setidaknya untuk kalangan Nahdhatul Ulama’. Dalam beberapa pandangan mistiknya, beliau menguraikan cara untuk memahami fenomena-fenomena ruhani secara gamblang dan jelas dalam kitab-kitabnya seperti Ihya’ Ulum al-Din, al-Arbain fi…

  • Menilai Maqom Keimanan Kita

    Imam Al-Ghazali dalam kitabnya yang sangat fenomenal, Ihya’ Ulumiddin mengemukakan bahwa ada 3 tingkatan iman bagi orang yang beriman. Tentu saja tingkatan ini bukan untuk menghakimi orang lain, tapi lebih untuk mengukur seberapa dalam kadar keimanan yang kita miliki, atau sampai manakah ketahanan iman kita sebagai kaum mukminin. Dalam Ihya’ juz 3 halaman 21 (Cetakan DKI), disebutkan oleh Al-Ghazali bahwa…