Secangkir Makna

Jika kau bukan anak raja, bukan juga anak ulama besar, maka menulislah.


Dua Kenikmatan yang Sering Menipu

Beberapa hari lalu, saya membagikan sebuah quote dari Ibn al-Jauzī di media sosial. Saya menyadurnya ketika membaca kitab Fath al-Bārī. Beliau berkata,

قد يكون الإنسان صحيحا ولا يكون متفرغا لشغله بالمعاش، وقد يكون مستغنيا ولا يكون صحيحا، فإذا اجتمعا فغلب عليه الكسل عن الطاعة فهو المغبون

Terkadang, seseorang dalam keadaan sehat, tapi tidak punya waktu luang karena sibuk bekerja; Kadang pula, seseorang punya waktu luang, tapi tidak dalam keadaan sehat. Jika keduanya terkumpul (waktu luang dan sehat), lalu ia bermalas-malasan untuk melakukan ketaatan, maka dia sedang tertipu (terpedaya).

Saya hanya membagikannya sampai potongan kalimat tersebut. Namun, sebenarnya kalimat itu ada kelanjutannya:

وتمام ذلك أن الدنيا مزرعة الآخرة، وفيها التجارة التي يظهر ربحها في الآخرة، فمن استعمل فراغه وصحته في طاعة الله فهو المغبوط، ومن استعملهما في معصية الله فهو المغبون.

“Intinya, dunia itu adalah ladangnya akhirat, di dalamnya terdapat perdagangan yang hasilnya akan tampak di akhirat. Barang siapa yang menggunakan kesehatan dan waktu luangnya untuk ketaatan kepada Allah, maka dia termasuk orang yang untung. Namun siapa yang menggunakan keduanya (waktu luang dan sehat) untuk bermaksiat kepada Allah, dialah orang yang tertipu.

Lalu, ditutup dengan kalimat yang sangat tajam sebagai pengingat:

لأن الفراغ يعقبه الشغل، والصحة يعقبها السقم، ولو لم يكن إلا الهرم

Karena waktu luang pasti akan berganti dengan kesibukan, dan kesehatan akan diganti oleh sakit. Kalau pun tidak, setidaknya (ia akan beranjak) tua.

Tidak ada yang benar-benar tetap. Masa muda yang lapang akan bergeser menjadi masa tua yang penuh keterbatasan. Tubuh yang sekarang terasa kuat, suatu saat akan lemah, meski tanpa penyakit sekalipun.

Dikatakan dalam sebuah syair:

يسر الفتى طول السلامة والبقا
فكيف ترى طول السلامة يفعل؟
يرد الفتى بعد اعتدال وصحة
ينوء إذا رام القيام ويحمل

Seorang pemuda bergembira dengan panjangnya umur,
tetapi bagaimana menurutmu panjang umur itu berbuat (terhadap dirinya)?
Pemuda itu, setelah melalui masa tegap dan sehat,
akan tertatih ketika hendak berdiri dan harus dipapah.

Nabi Saw sudah jauh-jauh hari mengingatkan dengan sabdanya,

نعمتان مغبون فيهما كثير من الناس: الصحة والفراغ

“Dua nikmat yang banyak orang tertipu di dalamnya: kesehatan dan waktu luang.” (HR. al-Bukhārī)

Kita mungkin merasa punya banyak waktu, tapi sebetulnya ia sedang berkurang. Kita mungkin merasa tubuh masih kuat, tapi perlahan ia sedang melemah. Ruginya bukan karena kita sakit atau sibuk, tapi karena lalai saat sehat dan luang.

Tabik,
Ibnu

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Subscribe Newsletter

Latest Posts