Secangkir Makna

Jika kau bukan anak raja, bukan juga anak ulama besar, maka menulislah.


Kategori: Refleksi

  • Perihal Makan dan Makanan

    Saya dan istri sangat jarang memasak, tepatnya hampir tidak pernah. Bukan berarti saya atau istri saya tidak bisa memasak. Saya pernah jago masak, setidaknya sampai sebelum menikah. Begitupun dengan istri saya, ia lebih memiliki referensi jenis-jenis makanan yang luas dibandingkan saya yang hanya bisa masak itu-itu saja. Memasak atau tidak, kami tetap perlu makanan untuk […]

  • Tiga Buku Pertama di Tahun 2025

    Hari ini saya benar-benar libur. Setelah sekita sebulan lebih, saya merasakan kembali hari libur yang full dedicated to myself. Meskipun masih sempat melakukan aktivitas-aktivitas hobi, tapi hampir semuanya diambil dari waktu sisa. Sabtu dan Minggu tak lagi syahdu, pun Jum’at hanya terasa lewat. Pekerjaan dan pendidikan benar-benar menyedot hampir seluruh energi dan waktu saya belakangan […]

  • Perihal Keberuntungan

    Pada suatu ketika, saya pernah berdiskusi dengan seorang kawan tentang sesuatu yang disebut dengan bejo atau keberuntungan. Ungkapan bejo biasanya dinisbatkan pada sebuah hasil yang menyenangkan bagi seseorang.Lebih seringnya, kata ini muncul dari sudut pandang rasan-rasan pihak kedua atau ketiga. Asumsi saya, pihak pertama yang menyebut dirinya bejo jauh lebih sedikit dari pihak lainnya. Mulanya, […]

  • 1 Januari 2025

    Semalam, saya menghabiskan waktu menjelang tahun baru di rumah kakak ipar. Ketika istri berangkat, saya sedang menulis di depan laptop. Selang beberapa saat, ketika saya telah bersiap untuk berangkat, mak bresss hujan deras turun. Saya yang berencana ngonthel (bersepeda) untuk berangkat, terpaksa mengurungkan niat tersebut sejenak. Sambil menunggu hujan reda, saya menonton salah satu anime […]

  • Akhir dari 2024

    Empat puluh hari yang lalu, saya berencana membagikan beberapa hal tentang perjalanan hidup sepanjang tahun ini. Ternyata saya hanya berhasil mencatat dengan sporadis seperti tahun-tahun sebelumnya, sehingga apa yang awalnya direncanakan tidak berjalan sebagaimana mestinya. Bukan masalah besar, tapi lumayan mengecewakan. Rencana kini tinggal wacana yang tidak benar-benar terlaksana. Secara tidak terprediksi, 40 hari terakhir […]

  • Mengapa Kaum Tradisionalis Lebih Permisif dalam Memberi Panggung Kepada Figur-Figur Baru?

    Tulisan ini dipublikasikan di Tsaqafah pada 11 Desember 2024 Selepas reformasi, ruang-ruang publik yang dahulu tertutup rapat kini terbuka lebar. Masyarakat Indonesia telah terbebas dari belenggu rezim Orde Baru yang selama puluhan tahun membatasi kebebasan berpendapat dan berekspresi. Kebebasan ini dirasakan oleh seluruh elemen masyarakat, termasuk kaum santri, yang sebelumnya sering kali dipinggirkan atau dianggap […]

  • Musik-Musik yang Membahagiakan

    Seperti biasanya, menjelang akhir tahun Spotify kembali merilis rekapitulasi kebiasaan mendengarkan musik para penggunanya melalui kampanye Wrapped. Fitur ini tidak hanya merangkum apa saja yang saya dengarkan sepanjang tahun, tetapi juga memberi tahu berapa lama saya mendengarkan musik, lagu yang paling sering saya putar, artis favorit, hingga genre yang mendominasi playlist saya. Tahun ini, total […]

  • Seputar Berat Badan

    Persis setahun yang lalu (Bernadya banget ya?), berat badan saya berkisar antara 85 sampai 90 kg. Jika diukur dengan rumus berat badan ideal ala Broca, berat badan ideal saya seharusnya sekitar 63 kg. Artinya, berat badan saya saat itu surplus hampir 30 kg, atau mendekati satu setengah kali lipat dari berat badan ideal. Wow! Untungnya, […]

  • Dua Hal Menakutkan

    Semua orang pasti punya hal-hal tertentu yang ditakutinya, pun dengan saya. Ada dua hal yang penampakannya selalu menghadirkan suasana mencekam bagi saya. Pertama, jarum suntik, atau apapun yang tujuannya untuk ditancapkan ke tubuh. Jarum-jarum itu, entah kenapa begitu menyeramkan bagi saya. Sehingga setiap momen perjumpaan dengannya seolah terjadi adegan-adegan dalam film drama kolosal. Desember 2015 […]

  • Yang Penting Beli, Bacanya Boleh Nanti-Nanti

    Dulu, semasa akhir SD dan SMP, bapak saya pernah membuka usaha persewaan buku, Iqra’ namanya. Persewaan buku ini menyewakan berbagai genre buku, yang mayoritasnya buku-buku islami. Ada novel, tabloid, komik, dan sebagainya. Saya tidak begitu ingat usaha ini bertahan berapa lama. Bagi saya saat itu, buku-buku ini adalah hiburan terbaik yang bisa saya akses ketika […]