Secangkir Makna

Jika kau bukan anak raja, bukan juga anak ulama besar, maka menulislah.


Kategori: ulama

  • Salat Berdiri di Usia Seratus Tahun

    Imam al-Sya‘rani pernah menceritakan sebuah pemandangan yang sulit dilupakan tentang gurunya, Syaikh al-Islam Zakariyya al-Anshari, yang usianya telah sampai seratus tahun. Ketika itu tubuhnya sudah renta, sakit pun datang silih berganti. Namun syaikh tua itu masih kukuh berdiri dalam salat sunah. Badannya limbung ke kanan dan ke kiri, hampir-hampir tidak sanggup menjaga keseimbangan. Tapi ia tetap memaksakan diri untuk berdiri.…

  • Progresi Amal Saleh

    Ada yang menarik dari cara Rasulullah ﷺ memberikan nasihat kepada para sahabatnya. Beliau sangat jarang—atau tidak pernah—memberikan satu paket nasihat yang sama untuk semua orang. Setiap orang berkesempatan mendapat nasihat yang berbeda, sesuai dengan kondisi dan kebutuhannya masing-masing. Kita bisa melihat ini dari hadis Abu Hurairah ra yang masyhur, bahwa beliau berkata: “Kekasihku ﷺ mewasiatkan kepadaku tiga perkara: berpuasa tiga…

  • Ketika Hadiah Mengaburkan Penilaian

    Syaikh Mutawalli Sya’rawi, seorang mufassir kondang asal Mesir, pernah menceritakan kisah tentang seorang hakim yang terkenal adil. Semua orang tahu kredibilitas Hakim ini. Namun ia punya “kelemahan,” yaitu sangat suka dengan kurma segar. Semua orang juga tahu soal ini. Lalu, apa masalahnya dengan suka kurma segar? Jadi, pada suatu hari ada seseorang yang sedang berperkara di pengadilan yang dipimpin oleh…

  • Penampilan yang Menipu

    Abu Bakar bin ‘Ayyasy pernah menceritakan sebuah kejadian yang cukup memalukan. Suatu hari, dia bersama Sufyan al-Tsauri masuk ke sebuah kota. Di sana, mereka bertemu seorang pria berjenggot putih dengan pakaian yang rapi. Penampilannya sangat meyakinkan, seperti seorang ulama. Sufyan al-Tsauri kemudian mendekati pria itu, memberi salam, lalu bertanya dengan sopan, “Wahai syaikh, apakah anda punya hadis?” Pria itu menjawab…

  • Ilmu yang Wajib Dipelajari Setiap Orang

    Hampir setiap orang tahu bahwa belajar itu penting, tapi hampir setiap orang juga bingung harus belajar apa. Kita dibombardir dengan kursus online, workshop, webinar, dan segala macam program pengembangan diri. Semuanya menjanjikan transformasi. Semuanya mengklaim sebagai “investasi terbaik.” Tapi, apakah semua itu memang penting untuk dipelajari? Dalam tradisi keilmuan Islam, ilmu dikategorisasikan menjadi beberapa bagian. Menurut Imam al-Nawawi dalam kitab…

  • Nabi Saw pun Merasa Cemas

    Allah Swt berfirman, وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَۙ “(Bukankah kami telah) meringankan beban (tugas-tugas kenabian) darimu?” (QS. Al-Syarh [94]: 2) Kita mungkin sudah familiar dengan ayat ini. Kita menghafalnya, bahkan sudah di luar kepala. Tapi, apa maknanya? Nah, kebanyakan ulama menafsirkan kata wizr (beban) disini sebagai beban kenabian dan tugas-tugas mengurus umat. Kita tentu bisa membayangkan bahwa tanggung jawab Nabi Saw tidak…

  • Meremehkan Waktu

    Dalam kitab Mīzān al-‘Amal, Imam al-Ghazali menuturkan, وَكَمْ مِنْ فَقِيهٍ مُسَوِّفٍ يَسْتَهِينُ بِتَعْطِيلِ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ، وَهَكَذَا عَلَى التَّوَالِي، فَيَفُوتُهُ كَمَالُ الْعِلْمِ. فَكَذَا مَنْ يَسْتَهِينُ بِصِغَارِ الْمَعَاصِي يَنْتَهِي بِهِ الْأَمْرُ إِلَى حِرْمَانِ السَّعَادَةِ.وَكَمْ مِنْ فَقِيهٍ مُوَفَّقٍ لَا يَسْتَهِينُ بِتَعْطِيلِ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ، فَهَكَذَا عَلَى التَّوَالِي، فَيُحْرِزُ كَمَالَ النَّفْسِ وَالْعِلْمِ. فَكَذَا مَنْ لَا يَسْتَهِينُ بِصِغَارِ الْمَعَاصِي يَنْتَهِي بِهِ الْأَمْرُ إِلَى دَرَجَاتِ السَّعَادَةِ، إِذِ…

  • Dunia Modern Memang Tidak Bisa Memahami Kita

    Di berbagai beranda media sosial, ramai pembicaraan soal Trans7 yang dianggap “melecehkan” ulama. Siapa yang menganggap itu sebagai pelecehan? Ya kami, kaum santri. Dalam rangkaian narasi itu, digambarkan seolah Kiai naik mobil mewah, menerima amplop (uang) dari santri, dan seterusnya. Arahnya sama seperti yang sudah-sudah, feodalisme dan sejenisnya. Dunia modern memang sialan. Saya sendiri juga merasa sangat kesulitan menjelaskan hal…

  • Menghormati Nama Allah

    Mālik bin Dīnār adalah seorang ulama besar yang hidup pada masa tabi’in. Suatu pagi ia keluar dari rumahnya, hendak menunaikan salat Subuh di masjid. Di tengah perjalanan, ia menemukan seorang lelaki tergeletak di pinggir jalan dalam keadaan sangat buruk. Lelaki itu mabuk berat, tidak sadarkan diri, berdebu, dengan busa keluar dari mulutnya. Mālik bin Dīnār pun berniat mengabaikannya dan melanjutkan…

  • Agar Ilmu Menampakkan Dirinya Sendiri

    Imam al-Muzanī, salah satu murid jagoan Imam al-Syāfi’ī, pernah berkata, “Aku membaca kitab al-Risālah karya Imam al-Syāfi’ī sebanyak 500 kali. Setiap kali membacanya, aku selalu menemukan faidah baru yang tidak kudapatkan pada bacaan sebelumnya.” Lima ratus kali lho. Bukan satu-dua kali. Bukan sepuluh atau dua puluh kali. Lima ratus kali membaca kitab yang sama, dan tetap menemukan sesuatu yang baru.…