-
Kita Tidak Pernah Sepenting Itu
Percaya atau tidak, kita sering terjebak dalam pemikiran bahwa dunia hanya berputar mengelilingi kita. Kadang kita merasa sebagai pusat dari segalanya, seolah-olah setiap kejadian dan situasi harus berhubungan langsung dengan kita. Namun, kebenaran yang sebenarnya adalah kita tidak pernah sepenting itu. Dunia ini, dengan segala kompleksitasnya, tidak pernah berpusat pada diri kita. Kita sudah lama diajarkan tentang tawadhu’, atau sifat…
-
Mau Coblosan Ndak Harus Pake Gelutan
Sejak saya beranjak dewasa, sepertinya setiap tahun politik tampak seperti tahun konflik. Banyak ujaran kebencian, caci maki, bahkan kabar-kabar bohong. Masalahnya, barang-barang tidak penting itu kemudian menjadi bahan bakar untuk mendendam, yang juga akan dilampiaskan di tahun politik berikutnya. Akses internet dengan sosial medianya itu jyan masya Alloh. Hal-hal baik banyak disampaikan disana, tapi juga demikian dengan hal-hal buruk. Kadang…
-
Berbahagialah dengan Dirimu Sendiri
Di tengah liku-liku kehidupan yang semrawut ini, semua orang berusaha keras menemukan kebahagiaan. Terkadang kita mencarinya di tempat-tempat yang jauh entah dimana, padahal seringkali, kunci kebahagiaan itu ada di dalam diri kita sendiri. Filosof Stoik asal Yunani, Epictetus, pernah berkata, “Kebahagiaan dan kebebasan dimulai dengan pemahaman yang jelas tentang satu prinsip: Beberapa hal ada di bawah kendali kita, dan beberapa…
-
Tetap Waras dengan Bersikap Bodoamat
Dalam menjalani kehidupan yang sitik-sitik emosi ini, sepertinya menjaga kewarasan pikiran kita menjadi suatu perjuangan yang ndak mudah. Tekanan untuk selalu tanggap dan untuk selalu terlibat dalam setiap masalah, sering menguras energi batin kita. Tapi, ada pelajaran berharga bagi kita dari beberapa kisah yang mempertontonkan sikap bodoamat, yaitu ndak mikir jeru-jeru. Suatu ketika Abu Bakar dicela oleh seorang laki-laki badui,…
-
Kita Tidak Harus Tahu Segalanya
Di era yang serba cepat dan penuh informasi seperti saat ini, kita cenderung mengukur kecerdasan seseorang berdasarkan seberapa banyak yang mereka ketahui. Dalam dunia yang memberi tekanan untuk selalu tampil berpengetahuan, mengakui ketidaktahuan sering kali dianggap sebagai tanda kelemahan atau kurangnya kecerdasan seseorang. Namun, apakah ketidaktahuan adalah sebuah kesalahan? Ya ndak juga. Dalam Ihya’, Imam Ghazali mengungkap panjang lebar tentang…
-
Membela Orang-Orang yang Memilih Fakir
Mlarat, sebuah status yang mungkin sangat dihindari oleh orang-orang zaman sekarang. Menjadi seorang fakir di zaman yang seba cepat ini sangat melelahkan. Selain sulit untuk mengejar kecepatan orang-orang yang lebih mampu, kadang statusnya ya cuma jadi bahan gojlokan teman-temannya. Iya to? Nyatanya, sebagian orang juga menunjukkan bahwa kemlaratan itu bukanlah sebuah masalah yang serius. Selain karena sudah terbiasa mlarat dan…
-
NgajiDesain #2: Esensi Estetika di Era Digital
Pada tulisan sebelumnya di Ngaji Desain #1, saya menukil pendapat dari Ibnu Rusyd bahwa pada hakikatnya keindahan itu bersifat kodrati, yaitu berasal dari dalam dirinya sendiri. Pendapat seperti ini setidaknya juga diamini oleh pemikiran beberapa ulama’ yang membahas tentang estetika seperti al-Kindi, Ibnu Sina, al-Ghazali, hingga Suhrawardi. Jika pada pembahasan yang sebelumnya saya menitik beratkan pada pengalaman pribadi saya tentang…
-
Menjadi Wali di Zaman Edan
Wali sering diceritakan sebagai tokoh-tokoh relijius yang punya berbagai macam karamah dan kesaktian. Ini tidak salah, memang kebanyakan cerita yang beredar di masyarakat kita seperti itu. Hingga kemudian banyak orang menganggap bahwa menjadi wali di era ini adalah suatu hal yang mustahil. Model wali jalur karamah ini memang sudah tidak laku lagi saat ini. Bukan karena susah, saya yakin banyak…
-
NgajiDesain #1: Dribbble dan Estetika Ibnu Rusyd
Ibnu Rusyd (1126–1198 M), seorang filosof asal Spanyol berpendapat bahwa keindahan selalu ditentukan oleh tiga aspek kenyataan fisik, yakni tartib (tatanan), tanasub (proporsi), dan nidzam (harmoni). Sesuatu akan disebut indah apabila hal itu tertata, mengandung stuktur yang padu, dan memiliki harmoni antar-bagiannya. Maka, ajaran estetika ala Ibnu Rusyd sudah pasti memiliki dua ciri pokok, kognitif dan rasional. Konsep ajaran estetika…
-
Belajar Menjadi Biasa Saja
Beberapa waktu terakhir, netizen diramaikan dengan hal-hal yang lumayan kontroversial. Mulai dari ustadz Abdul Somad yang berpendapat bahwa permainan catur itu haram, reuni 212, komparasi Presiden Sukarno dengan Nabi oleh bu Sukmawati, hingga ceramah Gus Muwafiq yang lumayan ”seram” tentang kondisi kelahiran dan masa kecil kanjeng Nabi SAW. Pro-kontra seperti ini sebenarnya wajar terjadi di ranah keilmuan agama (kecuali pertanyaan…