-
Kita Seharusnya Tahu Kalau Kita Tidak Tahu (Bag 1)
Kanjeng Nabi bersabda, “Barang siapa yang dihendaki kebaikan oleh Allah, maka Allah akan memahamkannya (menjadikannya ahli) dalam urusan Agama”. Hadits ini sangat terkenal, utamanya jika kita membuka kitab-kitab fiqih karya para ulama salaf, teks hadits ini biasanya diletakkan di atas bagian pembukaan kitab. Penyebutan istilah fiqih sendiri memang berasal dari hadits ini, karena sebenarnya fiqih adalah pemahaman tentang hukum islam.…
-
Wafatnya Seorang Alim adalah Musibah Terbesar Dunia
Pada suatu kesempatan KH Ma’ruf Amin dawuh “mautul ‘alim mautul ‘alam”. Meninggalnya seorang alim seperti matinya dunia. Pagi ini ada kabar yang sangat menghentak, seorang ‘alim besar Indonesia yang telah terbukti mencetak puluhan ribu kader ulama nusantara meninggal dunia. Hadratu as-Syaikh Maimoen Zubair namanya, bukan saja ‘alim, juga ‘allamah dan faqih. Pengasuh pondok pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang, Jawa Tengah. Beliau…
-
Menilai Maqom Keimanan Kita
Imam Al-Ghazali dalam kitabnya yang sangat fenomenal, Ihya’ Ulumiddin mengemukakan bahwa ada 3 tingkatan iman bagi orang yang beriman. Tentu saja tingkatan ini bukan untuk menghakimi orang lain, tapi lebih untuk mengukur seberapa dalam kadar keimanan yang kita miliki, atau sampai manakah ketahanan iman kita sebagai kaum mukminin. Dalam Ihya’ juz 3 halaman 21 (Cetakan DKI), disebutkan oleh Al-Ghazali bahwa…
-
Menghijrahkan Hijrah, Lahiriyah Menuju Batiniyah
Ada sebuah kisah menarik yang sangat bisa kita ambil hikmahnya, mengingat fenomena hijrah hari ini juga semakin digandrungi masyarakat kita. Kisah ini terdokumentasi dalam kitab berjudul Hayat al-Salaf baina al-Qaul wa l-‘Amal yang ditulis oleh Ahmad Nasir Tayyar, yaitu tentang hijrahnya seorang Syaqiq bin Ibrahim dari hiruk pikuk ramainya dunia menuju jalan sunyi para sufi. Syaqiq berujar, “Dahulu aku adalah…
-
Sudah Seharusnya Kita Menjadi Umat Paling Bahagia di Dunia
Sebagai seorang yang memiliki iman dan mengaku muslim, kita seharusnya menjadi umat paling bahagia di dunia ini. Setidaknya atas dasar keimanan itu, kita memiliki gusti Allah dan kanjeng nabi Muhammad di dalam hati kita. Bukan main-main, nikmat mana yang lebih istimewa dari ini? Melihat sekitar, baik di dunia nyata maupun maya, beberapa gambaran laku saudara kita akhir-akhir ini sangat menunjukkan…