Secangkir Makna

Jika kau bukan anak raja, bukan juga anak ulama besar, maka menulislah.


  • Tetap Waras dengan Bersikap Bodoamat

    Dalam menjalani kehidupan yang sitik-sitik emosi ini, sepertinya menjaga kewarasan pikiran kita menjadi suatu perjuangan yang ndak mudah. Tekanan untuk selalu tanggap dan untuk selalu terlibat dalam setiap masalah, sering menguras energi batin kita. Tapi, ada pelajaran berharga bagi kita dari beberapa kisah yang mempertontonkan sikap bodoamat, yaitu ndak mikir…

    Baca lebih lanjut: Tetap Waras dengan Bersikap Bodoamat
  • Kita Tidak Harus Tahu Segalanya

    Di era yang serba cepat dan penuh informasi seperti saat ini, kita cenderung mengukur kecerdasan seseorang berdasarkan seberapa banyak yang mereka ketahui. Dalam dunia yang memberi tekanan untuk selalu tampil berpengetahuan, mengakui ketidaktahuan sering kali dianggap sebagai tanda kelemahan atau kurangnya kecerdasan seseorang. Namun, apakah ketidaktahuan adalah sebuah kesalahan? Ya…

    Baca lebih lanjut: Kita Tidak Harus Tahu Segalanya
  • The Grass is Always Greener on the Other Side

    This article explores the flawed notion of “the grass is always greener on the other side,” emphasizing the importance of gratitude and recognizing the unique value of our own lives. It highlights how happiness and sadness are subjective, urging us to find contentment in our individual journeys and appreciate life’s…

    Baca lebih lanjut: The Grass is Always Greener on the Other Side
  • Syarat dan Rukun Taubat Menurut Para Sufi

    Setelah membahas tentang apa itu taubat dan kewajibannya dalam artikel sebelumnya, Taubat: Langkah Pertama untuk Menuju Allah SWT, sekarang akan dibahas mengenai syarat dan rukun taubat sebagaimana dituliskan oleh para sufi dalam kitab-kitab mereka secara ringkas. Menurut Imam al-Qusyairi, taubat bukanlah sekedar ucapan “Aku memohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepadanya”…

    Baca lebih lanjut: Syarat dan Rukun Taubat Menurut Para Sufi
  • Taubat: Langkah Pertama untuk Menuju Allah SWT

    Taubat secara bahasa artinya adalah kembali. Sedangkan menurut istilah syara’, taubat adalah kembali dari sesuatu yang dicela dalam syariat menuju sesuatu yang dipuji dalam syariat.1 Taubat termasuk laku batin yang jika dilaksanakan dengan benar, maka akan dapat menyucikan hati dari berbagai dosa.2 Mayoritas ulama’ berpendapat bahwa taubat merupakan titik permulaan…

    Baca lebih lanjut: Taubat: Langkah Pertama untuk Menuju Allah SWT
  • Menjelang 2023…

    Melihat ke belakang, tahun 2021 hingga 2022 adalah tahun yang lumayan melelahkan bagi saya, terutama secara “psikis”. Namun, terlalu banyak celah untuk ndak perlu merasa susah dan selalu bersyukur melewati dua tahun terakhir, mulai rumah baru, sampai bisa melanjutkan sekolah lagi akhir tahun ini. Beberapa hal yang terjadi belakangan sudah…

    Baca lebih lanjut: Menjelang 2023…
  • Non-Arab dan Pengaruhnya dalam Peradaban Keilmuan Islam

    Ada satu pasal menarik yang dituliskan oleh Ibnu Khaldun dalam kitab Muqaddimahnya, yaitu fakta yang “aneh tapi nyata” bahwa mayoritas ulama’ (ilmuwan) dalam sejarah Islam ternyata berasal dari bangsa-bangsa ‘ajam (non-arab). Hal ini berlaku umum, baik dalam ilmu syariat yang berhubungan langsung dengan agama, maupun ilmu tentang logika yang mencakup…

    Baca lebih lanjut: Non-Arab dan Pengaruhnya dalam Peradaban Keilmuan Islam
  • Ketaatan, Sebuah Amanah Besar untuk Manusia

    Ada sebuah kisah menarik tentang sayyidina Ali bin Abi Thalib ra. Ketika waktu shalat tiba, tubuhnya bergetar hebat, sedang wajahnya-pun menjadi pucat. Kemudian ada seorang yang mengetahui kejadian itu dan bertanya kepada Sayyidina Ali, “Apa yang terjadi denganmu wahai Amir al-Mu’minin?”  Lantas beliau menjawab, “Telah datang waktu penunaian amanah yang…

    Baca lebih lanjut: Ketaatan, Sebuah Amanah Besar untuk Manusia
  • An-Nawawi, Sang Wali dan Karya-Karyanya

    Saya rasa semua orang tahu siapa Imam Nawawi, khususnya para santri. Dalam dunia pesantren, kitab-kitab beliau menjadi salah satu rujukan paling otoritatif dalam madzhab Syafi’i. Terbukti jika ada permasalahan-permasalahan fikih, para santri akan berusaha mencari jawabannya dalam karya-karya masterpiece yang beliau tinggalkan. Bahkan beberapa karya beliau seperti Riyadh al-Salihin dan…

    Baca lebih lanjut: An-Nawawi, Sang Wali dan Karya-Karyanya
  • Penyaksian Hati: Sebuah Pengalaman Ruhani

    Dalam dunia pesantren Indonesia, al-Ghazali adalah sosok yang sangat populer. Barangkali santri pesantren bisa menyebutkan lebih dari lima kitab karya al-Ghazali. Beliau adalah tokoh yang dijadikan sebagai rujukan pandangan tasawuf di Indonesia, setidaknya untuk kalangan Nahdhatul Ulama’. Dalam beberapa pandangan mistiknya, beliau menguraikan cara untuk memahami fenomena-fenomena ruhani secara gamblang…

    Baca lebih lanjut: Penyaksian Hati: Sebuah Pengalaman Ruhani